Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Kamis, (20/11/2025). Bursa saham Asia Pasifik melesat seiring reli saham chip setelah laba Nvidia yang lebih tinggi dari perkiraan dan proyeksi bullish sehingga memperkuat kepercayaan pada perdagangan saham kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara global.
Mengutip CNBC, Kamis (20/11/2025), saham raksasa chip Nvidia melonjak lebih dari 4% usai perdagangan setelah laba kuartal ketiga tahun fiskal melampaui harapan laba dan pendapatan.
Advertisement
Nvidia juga memberikan proyeksi penjualan kuartal keempat yang lebih tinggi dari perkiraan. CEO Nvidia, Jensen Huang menuturkan, permintaan untuk chip Blackwell generasi saat ini sangat tinggi.
Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 3,7% pada awal sesi perdagangan. Indeks Topix bertambah 1,67%.
Saham-saham terkait chip mengaut seiring investor menyambut positif laporan kuartalan Nvidia. Saham SoftBank melejit hingga 8%. Saham Tokyo Electron bertambah hampur 7%. Saham Lasertec naik 5,6% dan saham Renesas Electron bertambah 4,8%.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 30 tahun naik hampir 3 basis poin hingga mencapai rekor tertinggi 3,375%. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 20 tahun menguat lebih dari 3 basis poin menjadi 2,853%, level tertinggi sejak 1999. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun menguat 3,6 basis poin (bps) menjadi 1,799%, level tertinggi sejak 2008.
Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 2,63% dan indeks Kosdaq bertambah 1,75%. Sentimen positif terkait chip juga meluas ke Korea Selatan. Seiring saham produsen chip memori SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing menguat lebih dari 6% dan 3,3%. Indeks ASX Australia naik 1%.
Indeks Hang Seng
Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong menunjukkan pembukaan sedikit lebih rendah, dengan kontrak diperdagangkan di level 25.820 dari penutupan sebelumnya di level 25.830,65.
Bursa saham berjangka AS menguat pada awal sesi perdagangan Asia setelah proyeksi optimis Nvidia, yang kemungkinan mengangkat sentimen investor seputar perdagangan AI, menyusul kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi, pembiayaan utang, dan potensi depresiasi chip.
"Angka-angka Nvidia tetap sangat kuat saat ini, tetapi tak pelak lagi muncul pertanyaan apakah perusahaan Huang telah mencapai titik tertingginya dalam hal pertumbuhan dan pangsa pasar,” ujar kepala Strategi Pasar Global di TradeStation, David Russell.
Di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,38% dan ditutup pada level 6.642,16, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut, sementara Nasdaq Composite menguat 0,59% dan ditutup pada level 22.564,23. Dow Jones Industrial Average naik 47 poin, atau 0,1%, dan berakhir pada level 46.138,77.
Penutupan Bursa Saham Asia pada 19 November 2025
Mengutip Antara, bursa saham regional Asia Rabu sore ini cenderung lesu. Indeks Nikkei di Jepang turun 162,98 poin atau 0,33 persen ke 48.540,00, indeks Hang Seng merosot 99,38 poin atau 0,38 persen ke 25.830,03.
Lalu indeks Shanghai naik 6,93 poin atau 0,18 persen ke 3.946,74, dan indeks Strait Times menguat 4,03 poin atau 0,09 persen ke 4.508,70.