Astra International (ASII) Rombak Susunan Komisaris dan Direksi, Ini Daftar Terbarunya

Pemegang saham Astra International (ASII) menyetujui pengunduran diri dua komisaris dan satu direktur. Simak daftar terbarunya di sini.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 19 November 2025, 12:35 WIB
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (19/11/2025) dan menghasilkan sejumlah keputusan terkait struktur organ perseroan.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh dari posisi Komisaris, serta Chiew Sin Cheok dari jabatan Direktur.

Selain itu, rapat juga memutuskan pengangkatan Lincoln Lin Feng Pan dan Lee Liang Whye sebagai Komisaris, serta Hsu Hai Yeh sebagai Direktur, efektif sejak penutupan rapat dan mengikuti ketentuan masa jabatan dalam Anggaran Dasar.

terhitung sejak ditutupnya Rapat untuk masa jabatan sebagaimana yang ditentukan oleh Anggaran Dasar Perseroan. Sehingga, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris Perseroan:

  • Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
  • Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
  • Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont
  • Komisaris Independen : Muliaman Darmansyah Hadad
  • Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
  • Komisaris : Benjamin William Keswick
  • Komisaris : Stephen Patrick Gore
  • Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
  • Komisaris : Lincoln Lin Feng Pan
  • Komisaris : Lee Liang Whye.

Direksi Perseroan:

  • Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro
  • Wakil Presiden Direktur : Rudy
  • Direktur : Gidion Hasan
  • Direktur : Henry Tanoto
  • Direktur : Santosa
  • Direktur : Gita Tiffani Boer
  • Direktur : FXL Kesuma
  • Direktur : Hamdani Dzulkarnaen Salim
  • Direktur : Thomas Junaidi Alim. W
  • Direktur : Hsu Hai Yeh.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang memasuki masa purna tugas.

“Bapak John Raymond Witt dan Bapak Chiew Sin Cheok, yang kini telah memasuki masa pensiun, atas kontribusi, dedikasi, dan jasanya yang telah diberikan. Terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Astra,” pungkasnya.

Astra International Siapkan Buyback Saham Rp 2 Triliun

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham selama tiga bulan.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro menuturkan, Astra mengumumkan program share buyback dengan nilai maksimum Rp 2 triliun yang akan berlangsung dari 3 November 2025-30 Januari 2026.

Satu hari sebelumnya, UT mengumumkan program share buyback-nya dengan nilai maksimum Rp2 triliun, yang berlangsung dari 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026. Kedua program tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait share buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

"Langkah Astra dan UT tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/11/2025), PT Astra International Tbk akan memakai dana internal untuk melakukan buyback saham dan bukan pinjaman serta dana hasil penawaran umum.

 

Buyback Tidak Lebih dari 20%

Perseroan menyatakan sesuai dengan POJK Nomor 13/2023, jumlah saham yang akan dibeli kembali dalam pelaksanaan buyback saham tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Hal ini dengan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

“Perseroan yakin pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya