1.895 Personel Gabungan Kawal Aksi Demo di Monas, Gedung MK dan Pengesahan RUU KUHAP

Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mengerahkan 1.895 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa di kawasan Monas dan Gedung Mahkamah Konstitusi (Gedung MK).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 18 November 2025, 11:20 WIB
Ribuan personel mengikuti apel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mengerahkan 1.895 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa di kawasan Monas dan Gedung Mahkamah Konstitusi (Gedung MK).

Kedua aksi demo berlangsung bersamaan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Gedung DPR/MPR, Selasa (18/11/2025).

"Kami ingin seluruh proses berjalan aman, tertib, dan saling menghormati," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, melansir Antara, Selasa (18/11/2025).

Menurut dia, terdapat 1.895 personel gabungan dari TNI, Polri, dan juga Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta yang dikerahkan untuk mengawal sejumlah aksi di Jakarta Pusat.

Dia menyebut, terdapat tiga fokus pengamanan pada hari ini, yaitu unjuk rasa Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, serta sidang Rapat Paripurna Pengesahan RUU KUHAP dan RUU Perkoperasian di Gedung DPR/MPR.

Selain itu, Susatyo mengatakan, ada pula unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi yang bertempat di Gedung Mahkamah Konstitusi.

"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan humanis dan profesional," ucap dia.

Susatyo menegaskan seluruh personel di lapangan tidak dibekali senjata api guna memastikan suasana penyampaian pendapat tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

Dia pun menekankan kepolisian hadir untuk memberikan ruang dan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Lebih lanjut, dia mengimbau para orator agar tetap bijak dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu ketegangan antarpeserta unjuk rasa.

"Pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung sehingga massa diimbau agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau merusak lingkungan," jelas Susatyo.

 

Titik Demo di Jakarta Hari Ini Selasa 18 November 2025, Bakal Dijaga Ribuan Personel

Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sebelumnya, sejumlah aliansi masyarakat dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025). Sebanyak 1.895 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya aksi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) Iptu Ruslan Basuki menyebut, umlah personel yang diterjunkan untuk pengamanan unjuk rasa tersebut sebanyak 1.895 orang.

"Pelayanan unjuk rasa wilayah Jakpus 1.895 personel," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakpus Iptu Ruslan Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

Aksi pertama berlangsung di DPR/MPR RI, seiring sidang rapat paripurna pengesahan RUU KUHAP dan RUU Perkoperasian. Selanjutnya, massa dari Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia beserta beberapa elemen pendukung menggelar aksi di Silang Selatan Monas.

Sementara itu, aksi lain dari Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi berlangsung di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi. Ruslan menegaskan pengamanan dilakukan persuasif.

"Silakan berorasi dengan tertib. Jangan memprovokasi, jangan melawan petugas. Hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum," ucap dia.

Dia menambahkan, menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga, tapi harus dilakukan secara damai.

"Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik," tutup Ruslan.

 

Buruh di Jakarta akan Demo Hari Ini Senin 17 November 2025, Polri Imbau Massa Tidak Lempari Petugas

Polisi berjaga saat massa dari berbagai elemen buruh berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Dalam aksinya, massa meminta dikeluarkannya Perppu pencabutan UU Cipta Kerja. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, buruh yang tergabung dalam Aliansi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jakarta bersama sejumlah elemen massa akan demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin 17 November 2025. Sebanyak 1.963 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal unjuk rasa ini.

"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan humanis dan profesional," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta. Dikutip dari Antara.

Seluruh personel di lapangan tidak dibekali senjata api guna memastikan suasana penyampaian pendapat tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

Menurut dia, kepolisian hadir untuk memberikan ruang dan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.

"Kami ingin seluruh proses berjalan aman, tertib, dan saling menghormati," ujar Susatyo.

Dia mengimbau para orator agar tetap bijak dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu ketegangan antarpeserta aksi.

Tidak hanya itu, Susatyo juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia mengingatkan massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau merusak lingkungan.

"Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tidak melempari petugas, tidak membakar ban bekas, dan tidak merusak fasilitas umum. Petugas di lapangan ada untuk melayani, jadi mari kita sama-sama menjaga suasana tetap kondusif," tutur Susatyo.

Unjuk rasa tersebut pun diharapkan dapat berlangsung dengan aman tanpa insiden. Dia mengajak massa agar tidak mudah terpancing oleh provokasi apa pun.

Terkait arus lalu lintas, pihak kepolisian menerapkan rekayasa situasional mengikuti perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau agar mencari jalur alternatif untuk melintasi kawasan Monas.

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya