Liputan6.com, Jakarta KKR dan Chandra Asri Group mengumumkan penyediaan pembiayaan khusus sebesar USD 750 juta untuk mendukung ekspansi perusahaan, termasuk akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Pendanaan ini berasal dari KKR Capital Markets dan didukung oleh platform kredit privat serta asuransi KKR.
Sejak berdiri pada 1992, Chandra Asri Group tumbuh menjadi penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur dengan jangkauan operasi di Indonesia dan Singapura.
Advertisement
Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor mengatakan transformasi strategis yang dimulai pada 2024 dirancang untuk membangun ekosistem energi terintegrasi di kawasan, yang salah satunya diperkuat melalui akuisisi jaringan ritel bahan bakar Esso.
“Kami senang dapat bermitra secara strategis dengan KKR dalam mendukung akuisisi kami atas jaringan ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025).
Ia menegaskan kolaborasi tersebut mencerminkan keyakinan kuat terhadap transformasi perusahaan serta kualitas platform energi hilir yang terus berkembang.
Khor juga menambahkan kemitraan dengan KKR memungkinkan perusahaan mengejar pertumbuhan dengan disiplin finansial sembari menghadirkan solusi energi berkelanjutan.
Managing Director dan Head of Asia Private Credit di KKR, SJ Lim mengatakan transaksi tersebut selaras dengan fokus KKR dalam menyediakan pendanaan yang disesuaikan bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia Pasifik, serta menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung ekspansi Chandra Asri Group di sektor energi hilir dan ritel.
KKR menyalurkan investasinya melalui strategi Kredit Asia Pasifik serta platform asuransi. Sejak 2019, perusahaan ini telah mengalokasikan lebih dari USD 8 miliar untuk sekitar 60 transaksi kredit dengan total volume melebihi USD 21 miliar.
Chandra Asri Bakal Akuisisi Jaringan SPBU Esso Milik ExxonMobil Singapura
Sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk(TPIA), perusahaan solusi energi, kimia dan infrastruktur telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement) untuk mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. Hal ini melalui sebuah special purpose vehicle di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh grup. Transaksi ini diharapkan selesai akhir 2025.
Akuisisi jaringan ritel Esso oleh Chandra Asri Group sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang Perusahaan, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur energi terintegrasi untuk pasar solusi energi dan mobilitas.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, ekspansi perseroan ke ekosistem bahan bakar retail di Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional.
Jaringan ritel bahan bakar dan iklim usaha yang kuat di Singapura memberikan fondasi yang solid bagi Chandra Asri Group untuk terus berkembang sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur dan infrastruktur di Indonesia dan juga Asia Tenggara.
"Bersama Aster, melalui infrastruktur terintegrasi yang mencakup kilang minyak dan fasilitas manufaktur hilir berteknologi tinggi, kami bertujuan memperkuat kelincahan operasional serta ketahanan energi,” ujar dia seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (24/10/2025).
Transaksi Akuisisi Ditargetkan Selesai Akhir 2025
Erwin melanjutkan, hasil dari ekspansi bisnis di Singapura ini akan memperkuat posisi Chandra Asri Group secara keseluruhan yang dapat membuka peluang lebih besar lagi untuk pengembangan investasi, penciptaan lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Chandra Asri Group akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Seluruh poin dan kartu loyalitas pelanggan akan tetap berlaku tanpa perubahan.
“Chandra Asri Group juga akan mempertahankan seluruh karyawan ExxonMobil yang terlibat dan saat ini menjalankan operasional bisnis tersebut,” ujar dia.
Transaksi ini masih memerlukan persetujuan dari otoritas terkait dan ditargetkan akan selesai pada akhir 2025.