Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan, Ini Penyebabnya

Pertamina memblokir 394 ribu kendaraan karena diduga curang membeli BBM subsidi demi memastikan penyaluran tepat sasaran.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 November 2025, 22:30 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Kamis (30/6/2022). PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas dalam memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebanyak 394 ribu nomor kendaraan resmi diblokir setelah teridentifikasi melakukan tindakan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi.

Kebijakan ini disampaikan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta.

"Dari sisi pengawasan sistem subsidi, (Pertamina Patra Niaga) telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM (subsidi) di SPBU," kata Ega dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).

Meski tidak merinci jenis pelanggaran yang dilakukan, Ega menegaskan langkah pemblokiran merupakan bagian dari upaya memastikan distribusi subsidi tetap adil dan tepat sasaran. Selain pengawasan terhadap konsumen, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU hingga pertengahan November 2025.

Pertamina memastikan layanan energi tetap berjalan optimal melalui 231 fasilitas distribusi, termasuk terminal BBM, terminal LPG, dan depo pengisian pesawat udara. Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 15 ribu titik penyaluran, termasuk program BBM Satu Harga di 573 lokasi.

 

Penjualan Produk Nonsubsidi

Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Kamis (30/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa kinerja pemasaran perusahaan terus menunjukkan tren positif. Salah satu fokus utama yaitu mendorong penjualan produk non-subsidi di tengah penguatan digitalisasi sistem pengawasan transaksi BBM subsidi.

"Program-program strategis yang terus kita dorong selama tahun 2025 antara lain program subsidi tepat baik untuk sektor BBM maupun sektor LPG. Untuk sektor BBM saat ini telah dilaksanakan full QR Code untuk penyaluran BBM jenis solar maupun jenis Pertalite," jelas Ega.

Menurutnya, implementasi QR Code telah membantu menjaga kuota penyaluran BBM. Hingga Oktober 2025, kuota solar diperkirakan tetap terkendali di bawah 1,5 persen dari alokasi nasional. Sementara untuk Pertalite, konsumsi diperkirakan berada di bawah 10 persen dari kuota 2025.

Langkah ini disebut menjadi fondasi penting dalam memastikan penerima BBM subsidi benar-benar masyarakat yang berhak.

 

Produk Ramah Lingkungan

Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Kamis (30/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain memperketat pengawasan BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga juga terus mendorong penggunaan produk ramah lingkungan. Salah satunya melalui peningkatan distribusi Pertamax Green, yang kini tersedia di 168 SPBU di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

"Animo masyarakat cukup baik, sales growth sampai dengan saat ini kurang lebih 80 persen dibanding tahun 2024," ujar Ega.

Pertamina menilai tren ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan BBM berkualitas dan lebih ramah lingkungan terus meningkat. Ke depan, perusahaan akan memperluas titik penjualan Pertamax Green serta mendorong transisi energi secara bertahap melalui produk-produk non-subsidi.

Dengan berbagai strategi tersebut—mulai dari pemblokiran kendaraan curang, penguatan digitalisasi, hingga pengembangan produk hijau—Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran sekaligus mendukung transformasi energi nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya