BPJPH Kritik Maskapai Nasional Belum Terapkan Halal Menyeluruh di 2025

Maskapai nasional belum menerapkan penyajian halal secara menyeluruh.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 November 2025, 17:00 WIB
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan soal warteg halal, Jakarta (3/10/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan menilai maskapai nasional belum menerapkan penyajian halal secara menyeluruh. Padahal, menurutnya, maskapai lain seperti Qantas Airways sudah lebih dulu menerapkannya.

Mulanya, Haikal mengisahkan pengalaman pertamanya naik pesawat ke Australia untuk sekolah pada 1992 lalu. Dia dihampiri pramugari Qantas Airways, dan menyajikan makanan lebih dahulu ketimbang penumpang lain.

Ternyata, manajemen penerbangan mencatat kalau Haikal adalah seorang muslim sehingga memberikan makanan halal secara khusus. Padahal, Haikal tidak mendeklarasikan dirinya sebagai seorang muslim.

"'We order halal meat for you' How do you know? I never declare it, i'm a Muslim. 'We know from your name sir, your name is Ahmad Haikal Hasan because you are Muslim. So we order special meat for you'. Tahun 1992 mereka sudah menerakkan halal di Qantas," ungkap Haikal mengulang percakapannya kala itu, di Rakornas Bidang Sosial Kadin Indonesia, di Menara Kadin, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Atas pengalamannya ini, dia mengkritik kalau maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air, hingga AirAsia belum menerapkan hal serupa. "Ini tahun 2025 belum juga halal di Garuda, di Lion, di AirAsia, jadi kita ketinggalan. Mereka sudah menerapkan itu tanpa ragu. Ini tahun 2025," tegasnya.

Babe Haikal, sapaan akrabnya, menegaskan prinsip halal bukan semata urusan agama. Lebih dari itu, halal merupakan suatu aspek pelayanan yang perlu diterapkan secara menyeluruh.

"Halal itu apaan? Customer service. Halal itu adalah satisfaction. Halal itu adalah lifestyle. Halal itu modern civilization. Halal itu prosperity of life.Halal itu symbol of health, symbol of clean, symbol of quality. Halal is elite food. Itu yang ngomong bukan saya, hasil survey saya, hasil riset saya," tuturnya.

 

Halal Makan Elit

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (17/11/2025). (Liputan6.com/Arief)

Pada kesempatan yang sama, Babe Haikal mengungkapkan Eropa mengklasifikasikan makanan halal sebagai makanan elit.

"Saya baru pulang dari Switzerland, mereka menyebut halal is elite food, bayangin. Kalau gak halal gak elite. Yang ngomong non muslim," ucap dia.

Senada, Korea Selatan juga disebut memilih makanan halal karena dinilai lebih bersih. "Anak-anak Korea hasil survey dari Busan Pharmaceutical Company, namanya Busan. Itu survey yang akurat. Disurvey seluruh Korea dan K-pop milihnya halal.Kenapa? Double clean kata dia," tegasnya.

 

Transaksi Halal RI Tertinggal China-Brazil

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (17/11/2025). (Liputan6.com/Arief)

Sebelumnya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan mengungkap jumlah transaksi halal Indonesia masih jauh lebih rendah ketimbang China dan Brazil. Transaksi halal RI baru USD 11 miliar atau sekitar Rp 184 triliun (kurs Rp 16.741).

Padahal, kata dia, Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Sehingga, potensi untuk transaksi halal terbuka lebar. "Kita baru 11 miliar dolar per tahun 2024 kemarin. China 21,8 miliar dolar," kata Haikal di Menara Kadin, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Pria yang akrab disapa Babeh Haikal ini mengungkapkan, transaksi halal di China hampir dua kali lipat dari Indonesia dengan angka USD 21,8 miliar. Kemudian, Brazil juga yang mencapai lebih dsri USD 20 miliar per 2024, tahun lalu.

 

Kejar Target

Kepala BPJPH, Haikal Hassan. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

"Kita masih jauh di bawah itu, sedangkan (sekitar) 300 juta orang di sini, muslimnya," tegas dia.

Dia menargetkan transaksi halal RI bisa tembus USD 40 miliar. Syaratnya dengan seluruh pengusaha menerapkan prinsip halal, termasuk dengan sertifikasi halal produknya. Selain jumlah penduduk, dia juga menyoroti tingginya jumlah pengusaha Tanah Air.

"Saya jamin bahwa ketika para pengusaha itu sudah tertib halal, kita mencapai 40 miliar dolar. Naik, melewati China. Kenapa? Karena kita punya yang paling banyak," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya