Sektor Transportasi Ambil Peran Transisi Energi, Begini Caranya

PGN Gagas telah mengelola 14 SPBG yang tersebar di 7 provinsi di Indonesia, dengan total penyaluran BBG untuk sektor transportasi mencapai 1,63 BBTUD per September 2025.

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 November 2025, 16:45 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih nasional. Salah satunya, PGN memberikan bantuan converter kit Bahan Bakar Gas (BBG) kepada 40 unit mobil online.

Liputan6.com, Jakarta Subholding Gas Pertamina mendukung percepatan transisi energi di sektor transportasi, melalui pengembangan ekosistem kendaraan berbahan bakar gas (BBG) yang kuat dan berkelanjutan.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan mengatakan, sebagai bagian dari Subholding Pertamina, PT Gagas Energi Indonesi (PGN Gagas) mendukung implementasi energi bersih di Indonesia pada sektor transportasi. Melalui penyediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), layanan teknis kendaraan, serta edukasi kepada masyarakat .

“SPBG yang kami kelola telah melayani kebutuhan gas bumi ke berbagai segmen pengguna, mulai dari transportasi umum seperti bus dan taksi, hingga kendaraan pribadi,” kata Santiaji, Jumat (14/11/2025).

Santiaji mengungkapkan, hingga saat ini, PGN Gagas telah mengelola 14 SPBG yang tersebar di 7 provinsi di Indonesia, dengan total penyaluran BBG untuk sektor transportasi mencapai 1,63 BBTUD per September 2025.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan kendaraan pengguna gas bumi, PGN Gagas juga menghadirkan layanan pemeriksaan teknis kendaraan BBG gratis di sejumlah SPBG.

Layanan ini memberikan kemudahan bagi pengguna sekaligus memastikan performa kendaraan tetap optimal dan mendukung aktivitas transportasi yang ramah lingkungan. Dalam program pemeriksaan yang berlangsung pada Juni hingga Agustus 2025 kemarin, PGN Gagas berhasil memeriksa hampir 500 kendaraan dan menerima respons positif dari masyarakat.

“Dengan memastikan kendaraan BBG selalu dalam kondisi optimal, kami mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna serta mendorong adopsi energi bersih dalam mobilitas transportasi,” ujar Santiaji.

 

 

Infrastruktur dan Layanan Teknis

Beberapa sopir bajaj BBG terlihat menunggu antrean di Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) kawasan Monas, Jakarta, Senin (26/1/2015). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Selain pengembangan infrastruktur dan layanan teknis, PGN Gagas juga aktif melakukan edukasi publik mengenai manfaat dan potensi energi gas bumi di sektor transportasi. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Komunitas Mobil Gas (Komogas) dan Komunitas Bajaj Gas (Kobagas), PGN Gagas berupaya memperluas pemanfaatan BBG sebagai alternatif energi bersih yang terjangkau.

PGN Gagas berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi layanan yang memperkuat transisi menuju mobilitas berkelanjutan di Indonesia melalui pengembangan ekosistem transportasi BBG yang andal dan aman, selaras dengan target net zero emission (NZE) nasional.

“Ke depan, kami akan terus berupaya menghadirkan solusi yang mendukung penggunaan energi bersih di sektor transportasi demi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkas Santiaji.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya