Longsor Cilacap: 5 Regu Tim SAR Disebar Cari 21 Orang yang Masih Hilang

Longsor parah yang melanda Cilacap, Jawa Tengah, Kamis malam (13/11/2025), menyisakan duka yang mendalam.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 14 November 2025, 11:22 WIB
Longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis malam, menyebabkan puluhan orang dilaporkan hilang. (Liputan6.com/ Dok Basarnas Cilacap)

 

Liputan6.com, Jakarta - Longsor parah yang melanda Cilacap, Jawa Tengah, Kamis malam (13/11/2025), menyisakan duka yang mendalam. Sebanyak 21 orang dilaporkan masih hilang akibat tertimbun material longsor, sementara dua orang ditemukan meninggal dunia. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat (14/11/2025) mengatakan, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penyisiran lokasi kejadian, mencari dan mengevakuasi korban beberapa saat setelah menerima informasi longsor kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

BNPB mengkonfirmasi data sementara total ada 49 orang warga korban terdampak bencana longsor Cilacap. Di antaranya, dua orang dievakuasi dengan kondisi meninggal dunia, tiga orang luka-luka, 23 orang dalam kondisi selamat dan sementara 21 orang dinyatakan hilang dalam pencarian.

Abdul Muhari juga mengatakan, setidaknya sampai dengan pukul 03.00 WIB dini hari tadi ada 21 orang masih dalam pencarian. Lalu pagi ini satu unit alat berat bantuan dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan (SAR).

"Pencarian tetap dilakukan secara maksimal karena masih dalam masa golden time," katanya.

Curah hujan yang deras dan berdurasi panjang membuat struktur tanah wilayah perbukitan di Majenang itu menjadi labil, hingga menimbun permukiman warga di sekitarnya.

Menurut laporan petugas di lapangan, kata dia, longsoran tanah ratusan meter itu seketika merusak 12 rumah warga wilayah Dusun Cibaduyut, Cibeunying dan Tarukahan.

BNPB mengimbau seluruh tim SAR dan masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan seiring hujan dengan intensitas ringan - sedang masih berpotensi terjadi merata di Kecamatan Majenang hingga Minggu (16/11/2025).

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat untuk menghindari area yang berpotensi longsor. Keselamatan menjadi prioritas utama," kata Abdul.

5 Regu Tim SAR Disebar

Sementara itu, On Scene Coordinator (OSC) Kantor SAR Cilacap Priyo Prayudha Utama mengatakan operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi mulai pukul 08.00 WIB dengan pembagian lima sektor pencarian.

Menurut dia, tim SAR gabungan dikerahkan pada titik-titik yang diperkirakan terdapat korban tertimbun, yaitu Worksite A-1 sebanyak tiga orang dalam pencarian, A-2 tujuh orang, A-3 empat orang, B-1 empat orang, dan B-2 tiga orang.

“Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat, peralatan ekstrikasi, serta peralatan manual untuk menjangkau area yang sulit,” katanya.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya