Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 13,91 poin atau 0,17 persen ke posisi 8.402,48 pada Kamis pagi.
Dikutip dari Antara, Kamis (13/11/2025), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,25 poin atau 0,15 persen ke posisi 845,66.
Advertisement
Prediksi IHSG Hari Ini
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan Kamis, (13/11/2025). IHSG hari ini akan didorong dari sentimen bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas IHSG naik 0,26% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp 337 miliar pada Rabu, 12 November 2025. Saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain saham BMRI, BBCA, BBNI dan UNTR.
"IHSG berpotensi mencoba menguat kembali pada hari ini seiring dengan pergerakan bursa Amerika Serikat,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.320-8.350 dan level resistance 8.450-8.500.
Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, momentum moderat tapi arah IHSG masih naik. Ia mengatakan, secara teknikal, level resistance 8.444 dan 8.494 menjadi batas kenaikan. Sementara itu, level support 8.334 dan 8.274 berfungsi sebagai pertahanan utama sekaligus critical level. “Selama IHSG bertahan di atas 8.274, tren naik tetap valid meski ruang kenaikan mulai terbatas,” kata dia.
Ia menambahkan, selama tidak menembus 8.274, peluang rebound menuju 8.450–8.500 tetap terbuka dengan potensi pullback ke 8.320–8.300 sebelum penguatan lanjutan.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Rekomendasi Saham
Trading Idea hari ini: INET, DEWA, GZCO, BRMS, GGRM, dan COIN
- INET Spec Buy dengan area beli di 446-452, cutloss di bawah 436. Target dekat di 466-472.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 418, cutloss di bawah 404. Target dekat di 430-438.
- GZCO Spec Buy dengan area beli di 300-306, cutloss di bawah 300. Target dekat di 310-316.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 970-980, cutloss di bawah 965. Target dekat di 995-1020.
- GGRM Spec Buy dengan area beli di 15925-16075, cutloss di bawah 15725. Target dekat di 16275-16400.
- COIN Spec Buy dengan area beli di 3090-3190, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3300-3400.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 12 November 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan Rabu, (12/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham consumer nonsiklikal dan infrastruktur pimpin penguatan. Selain itu, IHSG naik saat rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,26% ke posisi 8.388,56. Indeks LQ45 menguat 0,50% ke posisi 846,91. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Investor asing beli saham Rp 1,23 triliun. Dengan demikian, sepanjang 2025, investor masih melepas saham Rp 37,32 triliun.
Dalam kakian Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, redenominasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang bisa dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil.
“Dari dalam negeri, Rancangan Undang- Undang (RUU) Redenominasi Rupiah telah memasuki Prolegnas Jangka Menengah 2025-2029 sebagai inisiatif pemerintah,” demikian seperti dikutip dari Antara.