Liputan6.com, Jakarta - Manuver global Xiaomi ke pasar Eropa mulai terkuak. Bahkan, sang Presiden, Lu Weibing, melakukan pengetesan langsung dengan melakukan road trip selama dua hari di Jerman, menggunakan model SU7 Ultra.
Disitat dari Arena EV, pengetesan Xiaomi SU7 Ultra ini, bahkan hingga menempuh jarak 800 km, mulai dari Berlin menuju Hamburg, kemudian Hamburg ke Frankfurt.
Advertisement
Dalam unggahan di media sosialnya pada 6 November 2025, Lu Weibing menyebut bahwa perjalanan ini menjadi bagian dari persiapan Xiaomi untuk memasuki pasar Eropa pada 2027.
Selain itu, dirinya juga mencatat bahwa di salah satu segmen jalan tol Jerman yang tak memiliki batas kecepatan (Autobahn), SU7 Ultra berhasil menembus kecepatan 260 km/h sambil menunjukkan performa yang tetap stabil.
Tak hanya kecepatan, Lu juga mengevaluasi infrastruktur pengisian daya publik di Jerman. Ia mengungkap bahwa jaringan stasiun pengisian cukup baik dan “well-developed overall”.
Selama perjalanan, SU7 Ultra menarik perhatian sejumlah pengguna stasiun yang mengenali model tersebut.
Sebagai informasi, untuk spesifikasi teknis, SU7 Ultra dibekali baterai CATL Qilin II berkapasitas 93,7 kWh dengan sistem listrik 897 volt, rangkaian tri-motor AWD, waktu akselerasi 0-100 km/h hanya 1,98 detik, serta kapasitas jelajah hingga 630 km menurut siklus CLTC.
Sementara itu, sebelumnya model ini juga mencetak rekor putaran di sirkuit Nürburgring Nordschleife dengan catatan 7 menit 04,957 detik.
Langkah uji coba di Jerman ini dianggap sebagai bagian dari strategi Xiaomi dalam mensimulasikan kondisi Eropa, baik dari sisi regulasi, jaringan charging, maupun performa kendaraan, sebelum peluncuran resmi di Eropa pada 2027.
Xiaomi Kalah Banding Kasus Gugatan Iklan Menyesatkan SU7 Ultra
Xiaomi dikabarkan kalah banding, dalam gugatan iklan menyesatkan untuk SU7 Ultra. Dengan begitu, Pengadilan Menengah Suzhou di Provinsi Jiangsu, China, menguatkan putusan pengadilan yang lebih rendah terhadap jenama asal Tiongkok tersebut trkait kasus tersebut.
Disitat dari Carnewschina, pengadilan menengah mempertahankan putusan awal yang menguntungkan konsumen, mewajibkan Xiaomi Auto untuk mengembalikan uang jaminan pelanggan 20.000 Yuan (sekitar Rp46,6 juta), membayar kompensasi 126.000 Yuan (sekitar Rp293,6 juta) atau tiga kali lipat harga aksesori opsional, dan menanggung biaya hukum 10.000 yuan (sekitar Rp23,3 juta) menurut siaran situs web otomotif China, Autohome.
Kasus ini bermula dari keluhan seorang konsumen yang menilai promosi Xiaomi SU7 Ultra menyesatkan. Dalam materi pemasarannya, Xiaomi mengklaim mobil tersebut memiliki desain "dual-duct prototype" dengan "aliran udara langsung menuju hub roda untuk membantu pendinginan."
Namun, pembeli yang telah menerima pesanan mobil tersebut mendapati bahwa kap mesin serat karbon seharga 42.000 yuan (sekitar Rp97,8 juta) pada SU7 Ultra tidak memiliki saluran udara fungsional maupun kemampuan pendinginan seperti yang dijanjikan.