Penjualan Mobil hingga Oktober 2025 Masih Lesu, Turun 10 Persen

Penjualan mobil di Indonesia ternyata masih belum menunjukan perbaikan

oleh Arief AszhariDiterbitkan 07 November 2025, 23:57 WIB
Keriuhan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).

Liputan6.com, Jakarta - - - Penjualan mobil di Indonesia ternyata masih belum menunjukan perbaikan. Meskipun, penjualan pada Oktober 2025, baik secara wholesale sales atau dari pabrik ke deaer dan juga retail sales atau dealer ke konsumen mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya atau September 2025.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan pada Oktober 2025 secara wholesale sales mencapai 74.019 unit atau meningkat 19,2 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya mencapai 63.752 unit.

Sedangkan secara retail, naik 17,2 persen dengan angka penjualan pada Oktober 2025 sebanyak 74.720 unit dibandingkan 63/752 unit pada September 2025.

Sementara itu dibandingkan tahun lalu, pada bulan yang sama atau Oktober 2025 penjualan kendaraan roda empat sebanyak 74.019 unit, atau turun 4,4 persen, dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 77.404 unit.

Secara kumulatif, penjualan wholesale Januari hingga Oktober 2025 mencapai 635.844 unit atau turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 711.064 uni.

Sedangan retail sales, turun 9,6 persen dari 731.113 unit pada 2024, dan hanya 660.659 unit pada 2025.

Sebelumnya, Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu menyebut belum ada revisi target penjualan roda empat untuk tahun ini.

"Ya belum (revisi). Kita lihat lah nanti, kalau memang diperlukan revisi, ya revisi," jelas Jongkie.

Penjualan Mobil Masih Bisa Capai Target

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) baru, Putu Juli Ardika optimistis penjualan mobil di Tanah Air tahun ini mencapai target.

"Target kita masih tetap di angka 850 ribu unit. Belum ada perubahan. Kita tetap berkeyakinan dengan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pelaku industri," pungkas Putu

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya