IHSG Dibuka Perkasa Hari Ini 7 November 2025, Tembus Level Segini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat.

oleh Septian DenyDiterbitkan 07 November 2025, 09:15 WIB
Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan Rabu 10 September 2025, IHSG dibuka menguat di 7.682,422. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat 9,52 poin atau 0,11 persen ke posisi 8.346.58

Dikutip dari Antara, Jumat (7/11/2025), kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,40 poin atau 0,05 persen ke posisi 848,05. 

Prediksi IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang sideways pada perdagangan saham Jumat, (7/11/2025). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.270-8.400.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,22% disertai dengan aksi jual oleh investor asing sebesar Rp 107 miliar pada Kamis, 6 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBCA, COIN, ANTM, ADRO dan MYOR.

"IHSG berpotensi sideways hari ini,” ujar  Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.270-8.320 dan level resistance 8.380-8.400 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Rekomendasi SahamUntuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Trading Idea hari ini: CBRE, MAPA, BRIS, MDKA, BBYB, dan VKTR

Penutupan IHSG pada 6 November 2025

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Namun, IHSG hari ini kembali menembus level tertinggi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,22% ke posisi 8.337,05. Indeks LQ45 naik 0,09% ke posisi 847,64. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.362,91 dan level terendah 8.289,89. Sebanyak 394 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 259 saham melemah dan 158 saham diam di tempat.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menuturkan, optimisme akan membaiknya ekonomi domestik pada kuartal IV 2025 serta ada pengumuman review kuartalan indeks MSCI mengangkat IHSG. “Di mana beberapa saham berhasil masuk dalam perhitungan indeks MSCI, telah menjadi faktor positif pada perdagangan Kamis,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

 

Harga Emas Cetak Lonjakan Tertinggi Dalam Sepekan, Intip Prediksinya

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan jeda penerapan tarif timbal balik nyaris untuk semua negara selama 90 hari atau tiga bulan penuh, kecuali China. (BAY ISMOYO/AFP)

Harga emas dunia bergerak stabil setelah mencatat kenaikan terbesar dalam sepekan. Pada perdagangan Kamis waktu setempat, harga emas spot berada di level USD 3.981,40 per ounce setelah naik 1,2% di sesi sebelumnya.

Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (6/11/2025), saat ini, investor tengah menanti kejelasan dari arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Penantian ini muncul usai dirilisnya data ketenagakerjaan sektor swasta yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ringan.

Data dari ADP Research mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor swasta hingga 42.000 pada bulan lalu setelah mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut. Jumlah peningkatan ini masih menunjukkan turunnya permintaan tenaga kerja, meskipun berhasil sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap pelemahan ekonomi.

Gubernur Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran, menyebut peningkatan tersebut sebagai “kejutan yang menyenangkan.” Namun, ia kembali menegaskan bahwa suku bunga seharusnya berada pada level yang lebih rendah.

Miran termasuk dalam kelompok pejabat The Fed yang lebih agresif dalam mendorong pelonggaran kebijakan moneter. Keputusannya cenderung berbeda dengan keputusan mayoritas anggota yang hanya memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 poin pada September dan Oktober.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya