Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambangan bitcoin, Canaan Inc telah mendapatkan investasi strategis senilai USD 72 juta atau Rp 1,20 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.717).
Pendanaan investasi itu berasal dari BH Digital, divisi Brevan Howard bersama Galaxy Digital dan Weiss Asset Management.
Advertisement
Canaan mengumumkan investasi itu pada Selasa, 4 November 2025. Investasi yang terstruktur itu sebagai pembelian ekuitas, melibatkan penerbitan dan penjualan sekitar 63,7 juta lembar saham American Depositary (ADA) dengan harga USD 1,131. Perusahaan mencatat tidak ada waran, opsi dan instrumen derivative yang diterbitkan sebagai bagian dari kesepakatan itu.
"Investasi ini menandai tonggak penting bagi Canaan,” ujar Chairman dan CEO Canaan, Nangeng Zhang, demikian mengutip dari the Block.
"Diperkirakan akan menambah sekitar 63,7 juta ADS dalam kepemilikan institusional yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap teknologi, eksekusi dan strategi jangka panjang perseroan.
Canaan berencana memakai dana itu untuk mendukung keuangannya, mengurangi ketergantungan pada penggalangan dana pada masa mendatang dan mendanai proyek infrastruktur komputasi dan energi tingkat utilitas yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan visibilitas pendapatan.
Berdasarkan pernyataan, transaksi ini akan selesai pada 6 November dengan tunduk pada ketentuan yang berlaku.
Didirikan pada 2013, Canaan fokus pada perancangan chip komputasi berkinerja tinggi, produksi rig penambangan bitcoin dan pengembangan perangkat lunak terkait.
Memasok Rig Penambangan
Bulan lalu, perusahaan mengumumkan penandatanganan kesepakatan untuk memasok rig penambangan ke perusahaan utilitas besar Jepang untuk proyek penelitian stabilitas jaringan, inisiatif penambangan pertama yang diketahui publik di Jepang.
Perusahaan juga mendapatkan pesanan dari perusahaan penambang bitcoin yang berbasis di Amerika Serikat (AS) untuk lebih dari 50.000 unit mesin Avalon A15 Pro terbarunya, yang dijadwalkan untuk pengiriman pada akhir tahun.
Saham Canaan turun 14,6% dan ditutup pada harga USD 1,11 pada Selasa, menurut The Block. Saham tersebut telah turun 19% selama lima hari terakhir dan 50% sejak awal tahun. Beberapa saham terkait penambangan bitcoin lainnya juga turun pada Selasa, dengan Hut 8 turun 12,5% dan Mara Holdings turun 6,7%.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penambangan Kripto Ilegal di Lahan Negara Ditutup di Rusia
Sebelumnya, jaksa di Rusia telah membongkar ladang penambangan kripto ilegal besar-besaran yang beroperasi di tanah milik negara tanpa izin yang disamarkan sebagai pabrik industri.
Mengutip Crypto News, Selasa (18/6/2025), di Nazarovo, kota industri di Krasnoyarsk Krai, Rusia, jaksa telah menutup operasi penambangan kripto terbuka ilegal yang dilaporkan menghasilkan sekitar 4,6 juta rubel atau USD 58.672. Nilai itu sekitar Rp 958,11 juta (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.329) bagi operatornya.
Seperti yang dinyatakan sebuah unggahan Telegram oleh akun resmi Kantor Kejaksaan Krasnoyarsk Krai, seluas 30.000 meter persegi secara resmi terdaftar sebagai bangunan nonperumahan di bawah perusahaan pengelola. Pada kenyataannya, tidak ada bangunan seperti itu.
Sebaliknya, area itu dipenuhi dengan peralatan pertambangan, unit listrik dan infrastruktur lainnya yang semuanya disewakan kepada pihak ketiga dengan kedok menyewakan bangunan fiktif itu. Menurut jaksa, tanah itu adalah milik negara dan perusahaan tidak memiliki hak hukum untuk menggunakannya.
Terapkan Sistem Perpajakan
Selain itu, peralatan pertambangan tersebut terhubung langsung ke jaringan listrik kota, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pemadaman listrik dan bahaya keselamatan. Operasi itu juga melanggar peraturan keselamatan kebakaran.
Setelah kantor kejaksaan mengeluarkan peringatan yang tidak digubris, masalah itu dibawah ke pengadilan. Seorang hakim memerintahkan penghentian sementara operasi fasilitas tersebut hingga semua pelanggaran hukum diselesaikan. Penegakan putusan pengadilan sedang dipantu oleh kantor kejaksaan.
Tahun lalu, Rusia resmi melegalkan penambangan kripto dan menerapkan sistem perpajakan yang dapat menghasilkan sebanyak 200 miliar rubel atau USD 2 miliar (Rp 32,67 triliun) per tahun dari sektor itu. Namun, sejak saat itu, pihak berwenang telah memberlakukan pembatasan penambangan di beberapa wilayah Siberia untuk mengurangi risiko kekurangan listrik.