Diluncurkan Perdana, Produk Investasi Ini Sejarah di Industri Pasar Modal Indonesia

Produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (KIK EBA Syariah BRI-MI JLB) jadi tonggak sejarah penting dalam industri pasar modal Indonesia.

oleh Septian DenyDiterbitkan 04 November 2025, 15:47 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Liputan6.com, Jakarta PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (KIK EBA Syariah BRI-MI JLB). Hal ini menjadi  tonggak sejarah penting dalam industri pasar modal Indonesia.

KIK EBA Syariah ini merupakan yang pertama di Indonesia. Produk inovatif ini dikembangkan melalui kolaborasi PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) selaku originator awal, Maybank Indonesia sebagai Bank Kustodian, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Agen Penampungan (escrow agent).

Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina mengatakan bahwa Peluncuran KIK EBA Syariah ini menjadi bukti nyata komitmen BRI-MI dalam menghadirkan inovasi investasi yang bernilai tambah dan sesuai dengan prinsip Syariah.

“Respons positif dari pasar juga menunjukkan keyakinan investor terhadap produk yang dikelola secara prudent dan transparan. Kami percaya, kehadiran KIK EBA Syariah BRI-MI JLB ini akan semakin memperkuat kontribusi BRI-MI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Tina, Selasa (4/11/2025).

Peluncuran KIK EBA Syariah ini menandai langkah konkret BRI-MI dalam memperkuat inovasi dan diversifikasi produk investasi berbasis prinsip Syariah di pasar modal Indonesia.

Dengan total nilai penerbitan sebesar Rp1,95 triliun, produk ini didukung oleh asset dasar berupa Hak Pendapatan Tol PT Jakarta Lingkar Baratsatu Berupa Manfaat Atas Ruas Jalan Tol JORR W1 Yang Dihitung Berdasarkan Arus Kendaraan Yang Melintasi Ruas Jalan Tol JORR I dan mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo. 

Struktur produk ini dirancang untuk menghadirkan alternatif investasi yang transparan dan sesuai dengan prinsip Syariah, sekaligus berkontribusi terhadap pendanaan berkelanjutan sektor infrastruktur nasional.

 

 

Disambut Investor

Peluncuran KIK EBA Syariah ini juga mendapatkan sambutan positif dari investor, tecermin dari minat yang tinggi dari para investor pada masa penawaran, dengan total minat hampir 2x dari total rencana penerbitan. 

Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap BRI-MI dan produk KIK EBA Syariah BRI-MI JLB ini yang menawarkan keseimbangan antara imbal hasil menarik dan kesesuaian terhadap prinsip syariah. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi BRI-MI sebagai pelopor dalam pengembangan produk investasi inovatif di industri pasar modal Indonesia.

Struktur KIK EBA Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu ini tidak hanya memberikan alternatif sumber pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur nasional, tetapi juga memastikan kesesuaian penuh terhadap prinsip investasi Syariah yaitu Fatwa DSN No. 125/DSN-MUI/XI/2018 tentang Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Berdasarkan Prinsip Syariah, sebagaimana telah memperoleh Opini Kesesuaian Syariah dari Tenaga Ahli Syariah Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Dengan demikian, produk ini menjadi wujud nyata sinergi antara inovasi pasar modal dan penguatan ekosistem keuangan Syariah di Indonesia.

 

Ruang Tumbuh

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebagai catatan, produk pasar modal berbasis Syariah di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hingga 2024, nilai outstanding EBA konvensional mencapai Rp1,9 triliun, sementara EBA-SP Syariah baru sebesar Rp297 miliar. Pada instrumen lain, penerbitan obligasi konvensional tercatat Rp136 triliun dibanding Rp21 triliun untuk sukuk, serta 40 indeks saham konvensional berbanding 5 indeks Syariah.

Melalui peluncuran KIK EBA Syariah pertama di Indonesia, BRI-MI berkomitmen memperkuat inovasi investasi alternatif berbasis Syariah serta mendorong pertumbuhan ekosistem pasar modal Syariah nasional.

Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Manajemen Investasi terus memperkuat perannya sebagai pelopor inovasi investasi berbasis Syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui instrumen yang transparan dan progresif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya