Gudang Pabrik Kayu Lapis di Jambi Terbakar

Sebuah gudang pabrik pengolahan kayu lapis di kawasan Muara Jambi, ludes terbakar. Peristiwa serupa juga terjadi di Surabaya, Jatim, dan menewaskan seorang ibu dan tiga anaknya.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 September 2003, 14:43 WIB
Liputan6.com, Jambi: Kebakaran menimpa gudang PT Nansari Prima Putra, pabrik pengolahan kayu lapis di kawasan Desa Sembubuk, Muara Jambi, Sabtu (6/9) malam. Meski tak menelan korban jiwa, peristiwa ini memaksa pengelola pabrik meliburkan sekitar 1.500 karyawannya.

Informasi yang dihimpun SCTV menyebutkan, api pertama kali terlihat pukul 22.00 WIB di bagian tengah gudang. Sejumlah karyawan yang kebetulan dinas malam berupaya memadamkan si jago merah yang tengah melumat kayu lapis. Namun karena alat yang digunakan cuma seadanya, seperti ember, upaya ini tak berpengaruh. Api terus berkobar dan menjalar ke sejumlah bangunan lainnya. Berselang beberapa waktu kemudian, lima unit mobil pemadam kebakaran datang. Dan setelah 12 jam, api baru berhasil dipadamkan.

Peristiwa ini menimbulkan kecurigaan adanya unsur sengaja. Sebab, gudang pabrik kayu lapis milik Grup Barito ini memang akan ditutup dalam waktu dekat. Namun, Kepala Kepolisian Resor Muaro Jambi Ajun Komisaris Besar Polisi Azrul Azwar mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Rencananya, Senin ini, Polda Sumsel menurunkan anggota Tim Pusat Laboratorium dan Forensik ke lokasi kejadian.

Peristiwa serupa juga menimpa delapan rumah di Jalan Kedung Cowek Surabaya, Jawa Timur, dini hari tadi. Dalam musibah ini, seorang ibu dan tiga anaknya tewas terbakar dalam posisi saling mendekap. Sementara Kusen, sang bapak masih dirawat di Rumah Sakit Dokter Sutomo.

Insiden ini bermula ketika Kusen, penjual bensin eceran tengah mengisi bensin dari drum kecil ke botol berukuran satu liter. Karena rumahnya belum dipasangi listrik, Kusen menggunakan lampu cempor sebagai penerang. Namun, lampu tempel itu jatuh dan menyambar bensin. Api dengan cepat berkobar membakar rumahnya. Sementara Kusen berteriak minta tolong agar warga menyelamatkan keluarganya yang tengah berada di dalam rumah.

Sayang, keluarga Kusen tak bisa diselamatkan. Api juga merambat membakar tujuh rumah lainnya. Purwasih, istri Kusen dan tiga anaknya, masing-masing Heni (kelas satu SMP), Nia (kelas satu SD), dan Sandi (umur empat tahun) ditemukan warga sudah menjadi arang dalam posisi saling mendekap.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya