Danantara Ungkap Rencana Rombak Bisnis Krakatau Steel, Ini Alasannya

Danantara menyatakan akan membenahi bisnis Krakatau Steel (KRAS), ini alasannya.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 31 Oktober 2025, 16:30 WIB
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (31/10/2025). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka-bukaan rencana merombak bisnis PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Harapannya langkah itu bisa menyehatkan kinerja keuangan perusahaan.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas menerangkan pihaknya tengah melakukan finalisasi. Dalam identifikasi Danantara, perusahaan berkode saham KRAS itu belum efisien secara bisnis.

"Krakatau Steel akan segera finalisasi. Bongkar habis, enggak pernah untung, enggak pernah bagus, enggak pernah efisien. Dia punya banyak persoalan dari investasi yang enggak pas, dia ada namanya blast furnace, seperti itu," ungkap Rohan dalam temu media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Padahal secara ukuran perusahaan, Krakatau Steel terbilang pelaku industri baja besar di kancah global. Hal ini terlihat dari ekosistem yang menunjang bisnisnya. Mulai dari pengolahan air, pembangkit listrik, hingga pelabuhan sendiri.

"Itu pelabuhan paling dalam di Indonesia. Jadi kapal yang sangat besar bisa sandar. Itu enggak dimiliki bahkan di Indonesia tempat lain," katanya.

Krakatau Steel diketahui masih dalam daftar perusahaan yang akan disehatkan oleh Danantara. Hal itu masuk dalam 22 program prioritas Danantara untuk 2025 ini.

Beban Perusahaan

Rohan menjelaskan lagi, meski ekosistem operasional dinilai lengkap, tapi perusahaan masih terbebani. Sehingga perusahaan perlu mengorbankan sebagian untuk menopang kegiatannya.

"Tetapi itu di beberapa waktu yang sudah panjang lah, sudah beberapa lama ini, untuk menutupi kehidupannya dipenggal-penggal, mulai dijualin pengolahan airnya dan seterusnya, hampir hilang pelabuhannya," jelas dia.

Danantara akan merombak bisnis Krakatau Steel. "Hal seperti itu yang kita lihat dia punya banyak kelebihan itu akan di-twist, Insyaa Allah itu," ujar dia.

 

KRAS Minta Modal ke Danantara

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengajukan dukungan pendanaan sebesar USD 500 juta kepada Danantara untuk memperkuat kebutuhan modal kerja dan mendukung restrukturisasi keuangan perusahaan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/10/2025), Krakatau Steel menyebut pendanaan tahap awal akan dipenuhi dalam bentuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) senilai USD 250 juta. 

Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku utama bagi berbagai lini produksi, termasuk pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM) PT KBI, serta pabrik pipa baja PT KPI.

"Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional utama, antara lain pembelian bahan baku berupa slab baja, hot rolled coil, cold rolled coil, serta produk baja turunan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada BEI.

 

Buat Efisiensi Biaya

(Foto: Krakatau Steel)

Krakatau Steel menilai dukungan pendanaan dari Danantara akan berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan kinerja keuangan perusahaan. Selama ini, kebutuhan bahan baku masih dibiayai oleh pihak ketiga dengan tingkat bunga yang lebih tinggi.

"Melalui dukungan Danantara, PTKS akan beroperasi secara optimal dan mengurangi beban biaya bahan baku yang sebelumnya menggunakan pembiayaan dari pihak ke-3. Berdasarkan hasil analisis, pasca adanya dukungan pembiayaan dari Danantara, PTKS diproyeksikan dapat meningkatkan EBITDA hingga USD 31,9 juta,” tulis manajemen.

Selain memperkuat likuiditas, Krakatau Steel juga menyiapkan strategi untuk menjadikan lini HSM dan CRM sebagai sumber keuntungan berkelanjutan melalui efisiensi biaya dan optimalisasi pasar baja nasional. Perusahaan akan fokus pada peningkatan daya saing produk dan strategi product mix untuk memperluas pangsa pasar, baik di segmen ekspor maupun domestik.

PT Krakatau Steel menegaskan hingga saat ini tidak ada informasi material lain yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya