Tony Fernandes Umumkan Babak Baru Capital A Usai Restrukturisasi AirAsia

Konsolidasi maskapai AirAsia rampung, Capital A fokus kembangkan lima bisnis non-penerbangan berpotensi besar di Asia Tenggara.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Oktober 2025, 15:30 WIB
Jajaran manajemen Capital A Berhad (Capital A ) dan AirAsia X. (Dok AirAsia)

Liputan6.com, Jakarta - Capital A Berhad (Capital A), induk usaha AirAsia, resmi menuntaskan seluruh persyaratan pelepasan bisnis maskapai ke AirAsia X Berhad (AirAsia X). Dengan demikian, perjanjian jual beli antara kedua perusahaan kini berlaku tanpa syarat.

Langkah ini menandai fase akhir konsolidasi seluruh maskapai AirAsia ke dalam satu grup penerbangan, sekaligus membuka babak baru bagi Capital A untuk bertransformasi menjadi perusahaan multi-platform di bidang perjalanan dan digital.

Seluruh persetujuan dari pemangku kepentingan, termasuk komitmen pendanaan senilai RM1 miliar untuk AirAsia X, telah diperoleh. Sementara itu, persyaratan regulasi dari Thailand juga telah rampung pada 17 Oktober 2025.

Tahapan berikutnya mencakup pengurangan modal Capital A, distribusi saham AirAsia X, serta pencatatan saham di bursa. Proses ini ditargetkan selesai pada Desember 2025. Setelah itu, Capital A berencana mengajukan pencabutan status PN17 di bulan yang sama.

CEO Capital A, Tony Fernandes, menyebut pencapaian ini sebagai momen bersejarah bagi perusahaan setelah perjuangan panjang menghadapi tantangan industri pascapandemi.

“Hari ini merupakan hari yang sangat berarti untuk saya karena kami akhirnya dapat menyampaikan bahwa seluruh persyaratan utama telah terpenuhi dan perjanjian ini kini bersifat tanpa syarat,” kata Tony Fernandes, dikutip dair keterangan tertulis, Jumat (31/10/2025).

 

Tujuh Maskapai Bergabung

Maskapai berbiaya hemat terbaik dunia 15 kali berturut-turut versi skytrax, AirAsia (Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan, proses konsolidasi ini menandai awal perjalanan baru dengan dua fokus utama. Pertama, AirAsia Group yang akan menggabungkan tujuh maskapai di bawah satu jaringan penerbangan berbiaya rendah. Kedua, Capital A yang kini berfokus pada lima bisnis non-maskapai di sektor perjalanan dan digital.

Tony juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh karyawan atau “Allstars” yang terus mendukung selama masa transisi. “Keberhasilan kami untuk bertahan dan bangkit kembali menunjukkan bahwa ketahanan dan disiplin selalu membawa hasil,” ujarnya.

Setelah restrukturisasi selesai, AirAsia Group akan beroperasi sebagai satu jaringan dengan strategi berbasis beberapa mega-hub di Asia, tanpa bergantung pada satu pasar domestik. Maskapai ini menargetkan menjadi jaringan berbiaya rendah berbasis pesawat narrow-body pertama di dunia, dengan fokus pada Airbus A321neo dan A321XLR.

 

Bisnis Utama Capital A

Sementara itu, Capital A akan mengelola lima bisnis utama: ADE (engineering), Teleport (logistik), AirAsia MOVE (platform perjalanan), Santan (makanan dan minuman), serta AirAsia NEXT (lisensi merek dan kekayaan intelektual).

Kelima bisnis tersebut akan menjadi pilar pertumbuhan baru dengan memanfaatkan ekosistem data dan teknologi Capital A. Tony menegaskan, “Kami siap memulai babak baru dengan visi memperkuat bisnis lintas platform dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya