Belatung di Burger MBG Banjarbaru: Sebagian Siswa Sudah Sempat Makan

Kasus temuan belatung di makanan siswa SMPN 10 Banjarbaru terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), menuai sorotan bahkan viral di media sosial.

oleh Aslam MahfuzDiterbitkan 29 Oktober 2025, 10:10 WIB
Penampakan hambuger dalam program MBG di Banjarbaru yang disebut ada belatung hidupnya. (Foto: Tangkapan video yang beredar di media sosial).

Liputan6.com, Kalimantan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarbaru kembali menuai sorotan publik, pasca ditemukannya belatung hidup dalam menu hamburger di SMPN 10 Banjarbaru.

Bahkan, ini menjadi viral di media sosial, yang di mana memperlihatkan ada belatung yang bergerak dalam wadah makan siswa.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru, Elly, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, temuan itu terjadi saat pembagian makanan pada jam istirahat pertama.

“Menu hari itu hamburger, dan belatung ditemukan di bagian dagingnya,” kata dia saat ditulis Rabu (29/10/2025).

Elly mengaku, makanan sempat diperiksa secara acak oleh pihak sekolah sebelum dibagikan. Namun, larva baru terlihat setelah seorang siswa kelas 7 membuka bungkus makanannya.

“Sebagian siswa sudah sempat makan sebelum tahu kondisinya. Begitu tahu ada yang tidak layak, kami langsung hentikan pembagian dan melapor ke dapur penyedia,” ujarnya.

Sebagai tindakan pencegahan, sekolah memberikan susu steril kepada siswa yang telah mengonsumsi makanan tersebut. Hingga saat ini, tidak ada laporan gejala sakit atau keracunan dari peserta didik.

“Alhamdulillah semua siswa dalam keadaan sehat,” tambah Elly.

Tak hanya di SMP, dugaan masalah serupa juga muncul di TK Negeri Pembina Liang Anggang. Salah satu wali murid, Yarina, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG.

“Untung belum sempat dibagikan ke anak-anak. Tapi kami jadi khawatir, semoga pemerintah memperketat pengawasan terhadap penyedia,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

 

Dinkes Banjarbaru Masih Belum Beri Penjelasan

Pantauan di lapangan menunjukkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Caraka Ujung, Landasan Ulin Utara yang menjadi penyedia menu MBG untuk dua sekolah tersebut kini dalam pemeriksaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru.

Salah satu petugas dapur SPPG membenarkan bahwa kegiatan produksi sementara dihentikan untuk proses evaluasi.

“Sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Selama menunggu hasil, semua kegiatan dapur kami hentikan dulu,” kata petugas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Banjarbaru dan pihak penyelenggara program MBG belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun langkah lanjutan atas kejadian tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya