Liputan6.com, Jakarta - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga September 2025. Perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba double digit.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/10/2025), PT DCI Indonesia Tbk meraih pendapatan Rp 1,92 triliun, tumbuh 74,39% hingga September 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, Perseroan meraup pendapatan Rp 1,10 triliun.
Advertisement
Seiring kenaikan pendapatan itu, Perseroan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 83,5% menjadi Rp 824,98 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 449,48 miliar.
Beban pokok pendapatan (BPP) naik 78,7% menjadi Rp 844,09 miliar hingga September 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, beban pokok pendapatan sebesar Rp 472,18 miliar.
Seiring hal itu, Perseroan mencatat laba bruto naik 71,1% dari Rp 630,42 miliar menjadi Rp 1,07 triliun. Perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi dari Rp 59,07 miliar menjadi Rp 77,93 miliar.
Beban pemasaran turun menjadi Rp 3,13 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,5 miliar. Beban operasi lain susut menjadi Rp 1,01 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,11 triliun. Pendapatan operasi lain naik menjadi Rp 2,66 miliar hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 264 juta.
Laba usaha bertambah 76,57% menjadi Rp 999,34 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 565,97 miliar.
Seiring kinerja tersebut, Perseroan mencatat laba per saham dasar naik menjadi Rp 346 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 189.
Total ekuitas Perseroan naik menjadi Rp 3,82 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp3 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 1,86 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,81 triliun.
Aset Perseroan naik menjadi Rp 5,68 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 4,82 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 471,21 miliar.
Emiten Toto Sugiri DCI Indonesia Terjun ke Proyek Data Center AI
Sebelumnya, emiten milik Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berkomitmen memperkuat ekosistem infrastruktur pusat data di Indonesia. Dengan total kapasitas 82MW dan skalabilitas yang besar mencapai 1.000MW, DCI Indonesia akan terus mendukung perkembangan pasar cloud, digital platform, enterprise, artificial intelligence (AI) dan lainnya.
Presiden Direktur DCI Indonesia Toto Sugiri menuturkan, pihaknya akan membangun infrastruktur data center AI seiring tren perkembangan teknologi.
"DCI telah menerapkan beberapa proyek berkelanjutan jangka panjang seperti peningkatan efisiensi kualitas operasional dengan penggunaan Artificial Intelligence dan penggunaan renewable energy dalam mengoperasikan data center kami. Selain itu, dengan adanya tren perkembangan teknologi seperti AI, DCI akan membangun infrastruktur AI data center," kata Toto Sugiri dalam keterangan resminya, ditulis Rabu (13/12/2023).
Ia melanjutkan, DCI mempunyai visi untuk mendukung perkembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan di Indonesia, menunjukkan kapabilitas dan potensi Indonesia sebagai pusat data regional yang handal.
Industri Data Center
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi mengatakan, atas 10 tahun beroperasinya DCI Indonesia yang didukung oleh keberadaan sumber daya yang melimpah, Indonesia berpeluang menumbuhkan industri data center nasional.
Kementerian Kominfo terbuka untuk inisiatif kolaborasi pengembangan ekosistem data center Indonesia, baik berupa penguatan kebijakan maupun upaya terkait lainnya.
"Saya berharap pencapaian DCI Indonesia selama ini menjadi penyemangat untuk semakin meningkatkan upaya kita bersama dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia dan menjadi inspirasi bagi pergerakan dan transformasi digital menuju Indonesia Maju 2045,” ujar Budi Arie.
DCI Indonesia Pakai Energi Terbarukan di Data Center Bintan
Sebelumnya diberitakan, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) akan memakai energi terbarukan untuk green data center di Bintan, Kepulauan Riau (H3).
PT DCI Indonesia Tbk mengoperasikan DCI Hyperscale 3 Sky di Bintan, Kepri dengan target power capacity lebih dari 1.000 MW yang kini berada dalam tahap perencanaan. DCI Hyperscale di Bintan ini termasuk dari enam gedung pusat data yang dikelola perseroan. Perseroan mengoperasikan enam gedung pusat data atau data center berstandar
“Lokasi Bintan ini sendiri akan menjadi salah satu green data center yang akan menggunakan renewable energy sebagai sumber energi utama,” ujar Direktur Keuangan PT DCI Indonesia Tbk, Evelyn dikutip dari Antara, ditulis Minggu (27/8/2023).
Adapun perseroan operasikan enam gedung pusat data atau data center berstandar global dengan total kapasitas 83 megawatt (MW).
Evelyn menjelaskan enam pusat data atau data center itu antara lain CI Hyperscale 1 Campur di Cibitung, Jawa Barat (H1) dengan target power capacity lebih dari 300 MW, DCI Hyperscale 2 Campus di Karawang, Jawa Barat (H2) dengan target power capacity lebih dari 600 MW.