Rusia Dukung Indonesia, Sebut IOC Terapkan Standar Ganda soal Penolakan Visa Atlet Israel

Standar ganda ini merujuk pada sikap IOC terhadap Rusia.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 24 Oktober 2025, 09:05 WIB
Sebagai salah satu kejuaraan senam paling prestisius di dunia, World Artistic Gymnastics Championships 2025, akan diikuti 400an atlet dari 73 negara dan atlet individual netral (AIN). Secara keseluruhan ada 1.200 orang yang terakreditasi di ajang ini. Tampak dalam foto, Saleem Naghouj dari Yordania berkompetisi di lompatan kuda saat Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta, Minggu 19 Oktober 2025. (AP Photo/Dita Alangkara)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis (23/10/2025) menyatakan bahwa respons Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap keputusan Indonesia yang menolak menerbitkan visa bagi atlet Israel menunjukkan adanya standar ganda.

Ia melihat adanya perbedaan respons IOC terhadap negara yang menolak menerbitkan visa bagi atlet Rusia dengan negara yang tidak memberi visa untuk atlet Israel.

"Tentu saja ada standar ganda," kata Peskov kepada saluran olahraga Rusia Match TV seperti dilansir kantor berita Antara saat menanggapi pertanyaan mengenai sikap IOC dan menghalang-halangi hak warga Rusia namun tidak bereaksi saat negara-negara Barat tidak menerbitkan visa bagi atlet Rusia.

Sebelumnya, Komite Eksekutif IOC menyarankan kepada seluruh federasi olahraga internasional agar tidak menggelar kejuaraan di Indonesia yang menolak memberikan visa kepada atlet Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta.

IOC juga memutuskan menghentikan seluruh bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia terkait rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade dan Olimpiade Remaja hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan bahwa semua peserta akan diizinkan masuk tanpa memandang kewarganegaraan.

Tim nasional Israel dijadwalkan tampil pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 yang dilaksanakan pada 19--25 Oktober 2025 di Jakarta. Federasi Senam Israel (IGF) pada Juli lalu mengumumkan telah menerima jaminan dari pemerintah Indonesia bahwa atlet Israel bisa ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Namun, pemerintah Indonesia menolak menerbitkan visa kepada tim Israel sehingga mereka tak bisa mengikuti kejuaraan dunia tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya