Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penting yang melibatkan tiga pihak: Tsinghua University (Republik Rakyat China), Universitas Pelita Harapan (UPH) (Republik Indonesia), dan MLPT sendiri. Tujuannya adalah pembentukan program ambisius: Global Health Artificial Intelligence (AI).
Program Global Health Artificial Intelligence berada di bawah pengelolaan dan koordinasi MLPT. Perusahaan teknologi ini akan menyinergikan riset akademik kelas dunia, infrastruktur teknologi, serta implementasi praktis di kedua negara.
Advertisement
Kemitraan ini mempertemukan keunggulan akademik Tsinghua dalam AI dan ilmu kehidupan; posisi UPH sebagai pelopor pendidikan AI dan ilmu data terapan di Indonesia; serta kompetensi MLPT sebagai penggerak teknologi Indonesia dalam cloud, data center, dan solusi berbasis AI.
Presiden Direktur Multipolar Technology Harianto Gunawan menyatakan, MLPT merasa terhormat mengambil peran kepimpinan dalam kemitraan strategis ini.
"Program ini mempertemukan para pemikir terbaik dunia dari Tsinghua dan UPH, menggabungkan keunggulan akademik dengan penerapan industri. Misi kami adalah mengubah riset menjadi solusi AI nyata yang dapat menyelamatkan nyawa dan membentuk masa depan layanan kesehatan,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Tujuh Fokus Utama Program: Mengubah Riset Menjadi Solusi AI Nyata
Kolaborasi antara MLPT, UPH, dan Tsinghua akan berfokus pada riset bersama, transfer teknologi, dan pengembangan talenta untuk mempercepat pemanfaatan AI dalam meningkatkan layanan kesehatan, pencegahan penyakit, dan sistem kesehatan masyarakat di seluruh Asia.
Program Global Health Artificial Intelligence memprioritaskan tujuh bidang utama kolaborasi, yang mencakup spektrum luas dari ilmu dasar hingga implementasi industri:
- Riset dan Pengembangan Bersama: Meliputi analisis genomik berbasis AI, penemuan vaksin, optimalisasi manajemen rumah sakit, analitik prediktif, hingga pengobatan presisi.
- Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas: Melalui program bersama, lokakarya, dan kurikulum pascasarjana spesifik dalam AI untuk kesehatan.
- Pertukaran Personel: Mendukung pertukaran peneliti dan klinisi untuk mendorong inovasi dan pengetahuan lintas negara.
- Transfer Teknologi dan Komersialisasi: Mengembangkan jalur adopsi industri dan produksi lokal dari penemuan AI.
- Ilmu Regulasi dan Harmonisasi: Merumuskan standar etika, keamanan, dan tata kelola AI yang konsisten dalam teknologi kesehatan.
- Inisiatif Laboratorium Bersama: Persiapan pembentukan Laboratorium Bersama Belt and Road dalam AI untuk Kesehatan Global.
- Kegiatan Kolaboratif Lainnya: Proyek-proyek yang disepakati bersama yang relevan dalam AI untuk kesehatan dan ilmu kehidupan.
Menguatkan Kerja Sama Bilateral Indonesia–China
Kemitraan strategis antara tiga institusi besar ini didukung kuat oleh kerangka kerja sama bilateral yang lebih luas antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok, yaitu Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF). Kolaborasi ini secara efektif memperkuat kerja sama dalam sains, teknologi, dan pertukaran talenta.
Chairman Tsinghua University Council Prof. Qiu Yong menyampaikan, MoU ini mencerminkan visi bersama kami untuk memajukan AI sebagai kekuatan bagi kesetaraan kesehatan global.
"Tsinghua berkomitmen memperdalam kolaborasi dengan Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendidikan dalam AI dan ilmu kesehatan,” kata dia.
Senada, Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH) Stephanie Riady menekankan peran pendidikan.
“UPH bangga mewakili kontribusi akademik Indonesia dalam inisiatif transformatif ini. Tujuan kami adalah membina ilmuwan dan insinyur AI yang melayani kemanusiaan melalui inovasi dan keunggulan yang berlandaskan iman.”