Liputan6.com, Gunungkidul- Kebakaran melanda sebuah tempat karaoke di Padukuhan Candi 7, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (19/10/2025) pagi. Kebakaran ini membuat Lady Companion (LC) atau wanita pemandu karaoke berhamburan keluar.
Api melahap sebagian bangunan beserta perabotan milik Rita Wulandari (38), seorang warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Advertisement
Menurut keterangan saksi Aditya Saputra (28), warga Kerdon, saat kejadian dia baru saja keluar dari kamar mandi dan hendak menyalakan listrik. Namun, dia terkejut ketika melihat asap tebal keluar room 5, salah satu ruangan di lantai bawah rumah tersebut.
“Saya langsung panggil Oki, yang sedang makan. Kami berdua langsung ke sana dan melihat api sudah muncul dari atas kusen pintu dalam ruangan itu,” ungkap Aditya kepada petugas.
Keduanya kemudian berusaha memadamkan api secara manual dibantu warga sekitar. Namun karena kobaran api semakin besar, Oki Aditya (28) segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat untuk meminta bantuan.
3 Mobil Damkar Dikerahkan
Tidak lama berselang, petugas Polsek Karangmojo meneruskan laporan tersebut ke Pemadam Kebakaran (PMK) Wonosari.
Tiga unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi untuk mengatasi kobaran api yang terus membesar. Setelah hampir satu jam berjibaku, petugas berhasil menjinakkan api sekitar pukul 09.30 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerugian material cukup besar. Sejumlah alat elektronik dan perabot rumah tangga hangus terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta.
Penyebab Kebakaran
Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik yang terjadi di room 5, tempat api pertama kali muncul.
Atas kejadian tersebut, pemilik rumah, Rita Wulandari, mengaku menerima musibah itu dengan lapang dada dan tidak berencana menempuh jalur hukum. Dia juga akan membuat surat pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Kapolsek Karangmojo AKP Suyanto membenarkan kejadian itu dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik di rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Suyanto.