Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan peningkatan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar modal hingga mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp 132,7 triliun (asumsi kurs Rp 16.590 per dolar AS).
Terkait hal ini, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memperdalam pasar dan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan.
Advertisement
“Oh iya, kalau RNTH tentu kita terus lakukan, pendalaman pasar terus kita lakukan, baik dari sisi supply maupun dari sisi demand. Dengan demikian ya tentu kita harapkan RNTH kita akan naik terus,” ujar Jeffrey kepada wartawan dikutip Sabtu (18/10/2025).
Ia juga menilai dukungan dari Danantara menjadi langkah positif bagi ekosistem pasar modal dalam meningkatkan likuiditas dan partisipasi investor.
“Yang disampaikan oleh Pak Pandu itu saya kira sangat clear, sangat baik mendukung bursa baik dari sisi supply maupun dari sisi demand,” tambah Jeffrey.
Transaksi Harian saat Ini
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan peningkatan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar modal hingga mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp132,7 triliun (asumsi kurs Rp 16.590 per dolar AS).
Saat ini, berdasarkan data per 16 Oktober 2025, RNTH di Bursa masih berada di kisaran Rp 16,23 triliun atau sekitar USD 988 juta. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai bahwa peningkatan aktivitas transaksi ini penting untuk memperkuat ekosistem investor di pasar modal.
"Yuk kita bisa nggak jadi 5-8 miliar (dolar) per hari. Bisa nggak kita naikin? Dan ini memang betul, we have to strength di internal kita dulu," ujar Pandu dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Jumat (17/10/2025).
Danantara juga menegaskan rencananya untuk segera menyalurkan investasi ke pasar saham domestik. Pandu, mengungkapkan ingin pihaknya segera bisa berinvestasi di pasar saham domestik.