Sejak Bullion Bank Diluncurkan, Harga Emas Melonjak Drastis

Sejak peluncuran bullion bank pada Februari lalu, harga emas dunia meningkat tajam.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 16 Oktober 2025, 12:00 WIB
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat, sejak peluncuran bullion bank pada Februari lalu, harga emas dunia meningkat tajam dari sekitar USD 2.400 menjadi USD 4.000 per troy ons per Oktober ini.

Kenaikan tersebut menjadi bukti kuat bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi paling aman atau safe haven di tengah gejolak perekonomian global.

"Indonesia sendiri untuk pertama kali meluncurkan yang namanya bullion bank atau bank emas. Pada saat diluncurkan bullion bank, kita lihat bahwa indeks harga emas itu masih di angka USD 2.400 kalau nggak salah per troy ons. Dan per hari ini, dari Februari sampai dengan bulan Oktober, harga emas sudah mencapai USD 4.000 per troy ons," kata Airlangga dalam sambutannya di acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, tren kenaikan harga emas yang signifikan ini sekaligus memperlihatkan ketepatan langkah Indonesia dalam memperkuat ekonomi berbasis logam mulia.

"Jadi, itu sudah naik yang luar biasa besar, seperti yang disampaikan pada saat peluncuran, bahwa emas itu salah satu safe haven investment di dalam berbagai gejolak perekonomian," ujarnya.

 

Emas Jadi Penopang Kemandirian Nasional

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Dalam mendukung operasional bullion bank, pemerintah juga telah memperkuat rantai pasok emas nasional melalui peningkatan produksi dan hilirisasi.

Saat ini, Indonesia memiliki precious metal refinery di Gresik dengan kapasitas produksi sekitar 50–60 ton per tahun, serta tambahan produksi dari Amman Mineral sebesar 20–30 ton per tahun.

"Selain kita sudah melakukan hilirisasi dengan adanya precious metal refinery yang ada di Gresik, kita mampu dari Gresik saja sekitar 50-60 ton per tahun," ujarnya.

"Kemudian yang ada di Aman Mineral itu juga bisa 20-30 ton per tahun. Jadi satu tahun kita bisa memproduksi sekitar 110 ton dan emas yang ada di Pegadaian sekitar 70 ton, dan emas yang ada di Bank Indonesia juga sekitar 70 ton," tambahnya.

 

Emas Bisa Jadi Pendongkrak Ekonomi RI

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa peluncuran bullion bank ini menandai tonggak penting bagi Indonesia untuk mengelola potensi emas secara lebih terintegrasi. Dengan sistem ini, emas tidak hanya menjadi komoditas perdagangan, tetapi juga dapat berperan langsung dalam sistem keuangan nasional sebagai cadangan dan instrumen investasi.

"Jadi, itu sebagai gambaran bagaimana emas itu ke depan bisa menjadi reserve ekonomi kita," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya