Liputan6.com, Roma - Lebih dari 5,7 juta orang di Italia hidup dalam kemiskinan absolut pada 2024, dengan tingkat secara keseluruhan tetap relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan oleh Institut Statistik Nasional Italia (ISTAT) pada Selasa (14/10/2025).
Advertisement
Angka tersebut setara dengan sekitar 2,2 juta rumah tangga, atau 8,4 persen dari populasi Italia yang berjumlah sekitar 59 juta jiwa, papar laporan itu, dikutip dari Antara News, Kamis (16/10).
ISTAT mendefinisikan kemiskinan absolut sebagai kondisi rumah tangga yang penghasilannya tidak mencukupi untuk membeli kebutuhan minimum barang dan jasa yang diperlukan demi standar hidup yang layak.
Data tersebut menunjukkan adanya disparitas regional yang signifikan. Italia bagian selatan mencatat tingkat kemiskinan tertinggi, yakni 10,5 persen atau sekitar 886.000 rumah tangga yang terdampak.
Di Italia barat laut, angkanya mencapai 8,1 persen dengan 595.000 rumah tangga, disusul Italia timur laut sebesar 7,6 persen. Sementara itu, Italia tengah mencatat tingkat kemiskinan terendah secara nasional, yaitu 6,5 persen dengan 349.000 rumah tangga.
Meskipun tingkat kemiskinan absolut tetap stabil di seluruh kelompok usia, angka tersebut mencapai 13,8 persen di kalangan mereka yang berusia di bawah 18 tahun, tingkat tertinggi sejak 2014, papar ISTAT.
Laporan tersebut juga menyoroti kesenjangan yang tajam antara warga negara Italia dan penduduk asing. Pada 2024, sekitar 1,8 juta penduduk asing hidup dalam kemiskinan absolut, atau setara dengan 35,6 persen dari total populasi asing.
Angka tersebut hampir lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan absolut di kalangan warga Italia yang tercatat sebesar 7,4 persen.