Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset kripto berbalik merah pada 14 Oktober setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghentikan impor minyak goreng dari China.
Ia menyebut perilaku dagang Beijing terhadap petani kedelai Amerika sebagai “tindakan bermusuhan secara ekonomi.”
Advertisement
Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (16/10/2025), dalam satu jam setelah unggahan Trump, pasar kripto mengalami guncangan yang begitu hebat.
- Bitcoin (BTC) merosot 2,4% ke sekitar USD 112.861.
- Ethereum (ETH) turun 3,3% ke USD 4.108.
- Solana (SOL) ikut turun 3,7% dan diperdagangkan di level USD199,81.
- XRP anjlok 5,7% menjadi USD 2,48.
Menurut Kraken, total kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 2,9% menjadi USD 3,93 triliun.
Data Coinglass menunjukkan seluruh aset kripto berubah merah hanya dalam satu jam setelah pernyataan Trump.
Saat itu, sekitar USD 9,65 juta posisi dilikuidasi, terdiri dari USD 0,91 juta dari posisi long dan USD 8,73 juta dari posisi short.
ETH memimpin dengan likuidasi sebesar USD 6,47 juta, disusul BTC dengan USD 1,3 juta dan CLO dengan USD 232.000.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi mencapai USD 715,13 juta. Posisi long mencapai USD 491,22 juta, sedangkan short mencapai USD 223,90 juta.
Apa yang Terjadi?
Dalam unggahan di Truth Social pada 14 Oktober, Trump menulis:
“Saya percaya bahwa China dengan sengaja tidak membeli Kedelai kami, dan menimbulkan kesulitan bagi Petani Kedelai kami, yang merupakan tindakan bermusuhan secara ekonomi. Kami mempertimbangkan penghentian bisnis dengan China terkait Minyak Goreng dan elemen perdagangan lainnya sebagai pembalasan. Sebagai contoh, kami bisa dengan mudah memproduksi Minyak Goreng sendiri, kami tidak perlu membelinya dari China.”
Pasar Nyaris Tak Sempat Pulih
Pekan lalu menjadi masa kelam bagi kripto setelah Trump mengumumkan rencana menerapkan tarif 100% untuk seluruh impor China. Hal itu memicu kejatuhan hebat di pasar kripto, dengan jumlah likuidasi mencetak rekor tertinggi sejak pandemi.
Data Coinglass sempat mencatat lebih dari USD 19,2 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam satu hari, menjadi aksi hapus posisi terbesar dalam sejarah kripto.
Lonjakan aktivitas juga membuat platform besar seperti Binance dan Coinbase kewalahan karena investor berbondong-bondong keluar dari posisi mereka.
Analis Sudah Prediksi Kejatuhan Pasar
Pada Senin, analis kripto kembali memperingatkan potensi kejatuhan pasar berikutnya.
Seorang analis populer mengimbau komunitas trader untuk keluar dari pasar karena “penurunan besar” diperkirakan terjadi pada 13 Oktober dan akan menyeret Bitcoin dan altcoin.
Analis lainnya menyebut pasar kini akan memasuki zona resistensi kuat. Ia juga membantah anggapan bahwa ini merupakan awal dari pasar bearish berdasarkan tren siklus empat tahunan.