Viral Menu MBG Tak Sesuai Gizi, BGN Gelar Sidak ke SPPG Mampang 1 Depok

Penggunaan kentang sebagai menu pengganti dilakukan oleh pihak dapur untuk mengurangi sisa makanan (food waste) yang sebelumnya banyak berasal dari nasi dan sayuran.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Oktober 2025, 08:43 WIB
SPPG bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengolahan limbah di setiap Dapur MBG. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1, Depok, pada Selasa (7/10/2025).

Sidak dilakukan setelah beredar unggahan di media sosial mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan komposisi standar gizi.

Anggota Tim Investigasi Independen BGN, Raniah Salsabila, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memverifikasi kebenaran unggahan yang memperlihatkan menu berupa pangsit goreng, kentang rebus, wortel rebus, pisang, dan saus tomat.

“Yang beredar di media memang hanya tampak satu biji pangsit goreng, beberapa potong kentang dan wortel rebus, pisang, serta saus tomat. Namun hasil pengecekan kami menemukan bahwa pangsit tersebut berisi tahu, telur, dan ayam, bukan hanya kulit pangsit,” ujar Raniah kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Raniah menjelaskan, penggunaan kentang sebagai menu pengganti dilakukan oleh pihak dapur untuk mengurangi sisa makanan (food waste) yang sebelumnya banyak berasal dari nasi dan sayuran.

“Sementara menu di hari-hari lain sudah cukup sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan,” tambahnya.

 

Rekomendasikan Sejumlah Langkah

Pekerja menyiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Makan Bergizi Gratis Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Dari hasil pemeriksaan, fasilitas dapur SPPG Mampang 1 dinilai cukup layak, meski masih ada beberapa aspek infrastruktur yang perlu dilengkapi agar sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Program MBG.

Sebagai tindak lanjut, Tim Investigasi BGN merekomendasikan sejumlah langkah evaluatif untuk menjamin pelayanan gizi yang lebih baik.

“Perlu dilakukan evaluasi terhadap menu dan porsi makanan, serta penyempurnaan infrastruktur SPPG sesuai Juknis MBG,” ucap Raniah.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa setiap SPPG wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) serta memenuhi tingkat kecukupan gizi yang telah ditetapkan lembaganya.

“SPPG harus menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu layanan gizi. Setiap dapur wajib memastikan menu yang disajikan tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga memenuhi komposisi gizi yang cukup bagi penerima manfaat,” tegas Hida.

BGN memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap seluruh SPPG agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan nasional peningkatan kualitas gizi masyarakat.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Banner Infografis Hasil Lab Kasus Keracunan MBG Sukabumi. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya