Peter Schiff Prediksi Harga Bitcoin Turun ke USD 75.000 di Tengah Reli Emas

Ekonom Peter Schiff memperkirakan harga Bitcoin bisa turun ke USD 75.000 di tengah reli emas yang terus menguat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 08 Oktober 2025, 06:00 WIB
Agar bisa menyaingi performa emas tahun ini, Bitcoin harus naik hingga USD 148.000 per koin. Ilustrasi perbandingan antara aset safe haven emas dengan aset digital Bitcoin. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom sekaligus pendiri Euro Pacific Capital, Peter Schiff, kembali melontarkan pandangan skeptis terhadap Bitcoin. Ia menilai harga kripto terbesar di dunia itu berpotensi turun ke USD 75.000 di tengah reli besar yang sedang dialami emas.

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (8/10/2025), menurut Schiff, agar bisa menyaingi performa emas tahun ini, Bitcoin harus naik hingga USD 148.000 per koin. Namun, ia justru menilai momentum tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Bitcoin baru saja turun di bawah USD 109.000, atau terkoreksi 13% dari level tertingginya kurang dari dua minggu lalu. Dengan segala hype dan pembelian korporasi, pelemahan ini patut dikhawatirkan. Setidaknya penurunan ke sekitar USD 75.000 sedang terjadi — jual sekarang dan beli lagi nanti di harga yang lebih rendah,” ujar Schiff.

Komentar Schiff memperlihatkan perbedaan tajam antara performa emas dan Bitcoin. Reli emas baru-baru ini membuat banyak investor beralih ke aset tradisional yang dianggap lebih aman, sementara harga Bitcoin terus bergerak volatil.

Koreksi harga Bitcoin juga dinilai dapat memengaruhi sejumlah pemain besar seperti MicroStrategy, perusahaan publik yang dikenal memiliki portofolio Bitcoin dalam jumlah besar. Jika prediksi Schiff benar, perusahaan-perusahaan yang menempatkan aset besar di kripto bisa menghadapi tekanan valuasi signifikan.

 

Keyakinan Jangka Panjang

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Di sisi lain, lembaga seperti Metaplanet justru menambah kepemilikan kripto mereka, menandakan keyakinan jangka panjang terhadap potensi aset digital meski pasar tengah bergejolak.

Analis pasar menilai bahwa meski volatilitas Bitcoin tinggi, minat institusional terhadap aset kripto masih kuat. Banyak investor besar tetap bertahan bahkan saat harga terkoreksi, dengan harapan pasar akan kembali rebound seperti siklus sebelumnya.

 

Bukan Hal Baru

Prediksi pesimistis Schiff bukan hal baru. Ia dikenal sebagai kritikus keras Bitcoin yang selalu membela emas sebagai aset lindung nilai utama. Namun, data historis menunjukkan bahwa setiap kali Bitcoin mengalami koreksi besar, harga kerap memantul kembali seiring meningkatnya permintaan pasar.

Meski Schiff memperingatkan potensi “penjualan paksa” akibat posisi leverage tinggi, banyak analis tetap melihat kripto sebagai aset yang tangguh—didorong oleh adopsi institusional dan inovasi keuangan digital yang terus berkembang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya