IHSG Hari Ini 29 September 2025 Sentuh 8.123, Transaksi Harian Rp 24 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham, Senin (29/9/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 September 2025, 17:58 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan saham Senin, (29/9/2025).Namun, kenaikan IHSG menjadi terbatas pada sesi kedua.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,30% ke posisi 8.123,24. Indeks LQ45 melemah 0,02% ke posisi 802,44. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.157,33 dan terendah 8.100. Sebanyak 392 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 289 saham melemah dan 117 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.663.041 kali dengan volume perdagangan 50,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.669.

Dari 11 sektor saham, empat sektor saham memerah. Sektor saham teknologi terpangaks 2,74%, dan pimpin koreksi. Sektor saham eneri terpangkas 0,23%, sektor saham industri susut 0,39% dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,16%.

Sementara itu, sektor saham basic melompat 4,53%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal mendaki 1%, sektor saham kesehatan melesat 0,42%, sektor saham keuangan melejit 0,77%. Kemudian sektor saham infrastruktur menguat 1,11% dan sektor saham transportasi bertambah 0,07%.

Gerak Saham

Sebelumnya, pada pembukaan perdagangan Rabu 10 September 2025, IHSG dibuka menguat di 7.682,422. (BAY ISMOYO/AFP)

Pada awal pekan ini, saham BBYB melonjak 2,42% ke posisi Rp 338 per saham. Harga saham BBYB dibuka naik delapan poin ke posisi Rp 338 per saham. Saham BBYB berada di level tertinggi Rp 344 dan terendah Rp 326 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.470.

Harga saham FORE turun 0,97% ke posisi Rp 510 per saham. Harga saham FORE dibuka stagnan ke Rp 515. Saham FORE berada di level tertinggi Rp 520 dan terendah Rp 505 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.049 kali dengan volume perdagangan 29.951 saham. Nilai transaksi Rp 1,5 miliar.

Harga saham INKP ditutup naik 0,33% ke posisi Rp 7.500 per saham. Saham INKP dibuka melemah 25 poin ke posisi Rp 7.450 per saham. Harga saham INKP berada di level tertinggi Rp 7.625 dan terendah Rp 7.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.673 kali dengan volume perdagangan 93.826 saham. Nilai transaksi Rp 69,8 miliar.

Top Gainers-Losers

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham MBMA melonjak 12,93%
  • Saham MAPA melonjak 5,77%
  • Saham ADMR melonjak 5,42%
  • Saham INCO melonjak 4,67%
  • Saham ISAT melonjak 4,09%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham JPFA merosot 4,63%
  • Saham KLBF merosot 3,86%
  • Saham UNVR merosot 3,83%
  • Saham ICBP merosot 3,50%
  • Saham SCMA merosot 3,37%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham MBMA senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 903,4 miliar
  • Saham BRPT senilai Rp 835 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 505,5 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 487,7 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MBMA tercatat 110.365 kali
  • Saham BRMS tercatat 74.699 kali
  • Saham BUMI tercatat 68.958 kali
  • Saham MLPL tercatat 64.035 kali
  • Saham CDIA tercatat 62.767 kali

Sentimen IHSG

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, harapan selanjutnya penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada 2025 seiring inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih sesuai perkiraan menjadi faktor positif.

“Ekspektasi tersebut mendorong kenaikan harga emas mencapai level tertinggi baru, sehingga kembali mendorong penguatan saham-saham terkait komoditas tersebut,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari penguatan nilai tukar (kurs) rupiah, seiring dengan pelemahan indeks dolar AS akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan potensi government shutdown di AS.

Dari dalam negeri, selama pekan ini, pelaku pasar menantikan sejumlah rilis data ekonomi domestik, diantaranya data inflasi dan PMI Manufaktur periode September 2025, serta data neraca perdagangan Agustus 2025.

Di sisi lain dari AS, pelaku pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, yang akan menjadi kunci arah kebijakan The Fed setelah pemangkasan suku bunga ke depan.

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham regional Asia pada Senin sore ini yakni indeks Nikkei turun 310,99 poin atau 0,69% ke posisi 45.044.

Indeks Hang Seng bertambah 494,68 poin atau 1,89% ke posisi 26.622,88, indeks Shanghai naik 34,43 poin atai 0,90% ke posisi 3.862,53 dan indeks Strait Times mendaki 6,36 poin atau 0,15% ke posisi 4.272,34.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya