Liputan6.com, Jakarta - Sebuah rumah di Perumahan Hankam di wilayah Tapos, Depok, menjadi korban pencurian rumah kosong. Dari rumah korban, maling berhasil membawa kabur emas Antam seberat 140 gram dan uang tunai 15 juta.
Korban, Muhammad Mugni mengatakan, pencurian di rumahnya terjadi saat korban bersama keluarganya sedang ke Bandung pada Jumat (19/9/2025). Saat ditinggal rumah dalam keadaan kosong dan terkunci dan baru kembali pada Minggu (21/9/2025).
Advertisement
“Sewaktu pulang kami dapati rumah dalam keadaan gelap, lampu teras sudah mati, kemudian lampu taman di depan rumah juga mati,” ujar Mugni, Jumat (26/9/2025).
Mugni menjelaskan, padamnya lampu di rumahnya diduga token listrik sudah habis atau terdapat kerusakan sensor lampu. Mugni tidak memiliki firasat rumahnya bakal disatroni tersangka pencurian rumah kosong (Rumsong).
“Kemudian kita masuk, kita buka pagar, pagar dalam keadaan aman, tidak dirusak, tidak dihancurkan,” jelas Mugni.
Setelah membuka pagar, lanjut Mugni, keadaan dalam rumah terlihat rapi dan bersih sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, rasa curiga muncul saat istrinya akan memasuki kamar utama yang terlihat janggal.
“Saat itu istri mendapatkan lemari kayu dan lemari itu sudah diobrak-abrik oleh si tersangka,” ucap Mugni.
Mengetahui lemari kamar sudah dalam kondisi terbuka dan berantakan, korban memiliki firasat tidak baik. Benar saja, emas dan uang yang tersimpan di lemari sudah raib dibawa kabur tersangka.
“Jadi mereka mengambil uang tunai kurang lebih Rp 15 juta rupiah, emas antam dan berlian lebih dari 140 gram,” ungkap Mugni.
Tidak hanya itu, lanjut Mugni, tersangka membawa kabur Paspornya yang diterbitkan KBRI Riyadh. Selain itu, uang real yang disimpannya di dalam lemari tidak luput dari aksi tersangka Curanmor.
“Dia (tersangka) juga mengambil uang real sebesar 1.000 real kurang lebih,” terang Mugni.
Mugni mengungkapkan, sebelum meninggalkan rumah, barang elektronik seperti empat laptop dan satu ipad di rumahnya. Namun barang elektronik tersebut tidak dibawa kabur tersangka rumsong dan hanya mengambil emas, berlian, dan uang.
“Tersangka ini setelah kita lihat jejaknya, ternyata membobol jendela di kamar utama kita,” ungkap Mugni.
Mugni berusaha mencari jejak yang ditinggalkan tersangka saat mencuri rumahnya. Hasil pencariannya, diduga tersangka berusaha memasuki rumah tersangka dari berbagai sudut rumah untuk masuk ke dalam.
“Setelah kita cek seluruh rumah, ternyata dia juga mencoba semua spot. Tersangka mencoba mencongkel jendela kamar sebelah, tetapi tidak berhasil,” tutur Mugni.
Ganjal Jendela Rumah dengan Batu
Mugni menemukan adanya sebuah batu diduga digunakan tersangka untuk mengganjal jendela rumah. Selain itu, terdapat bekas perusakan pada bagian pintu utama namun tidak berhasil dilakukan tersangka
“Kemudian akhirnya dia berhasil di kamar utama kita,” kata Mugni.
Mugni menyimpulkan, tersangka berhasil masuk ke dalam rumahnya melalui ruangan kamar utama. Atas kejadian tersebut, Mugni mengaku mengalami total kerugian mencapai Rp 300 juta.
“Kerugian lebih dari Rp 300 juta, dari pihak kepolisian pun masih menduga-duga, dia (tersangka) lebih dari satu atau lebih dari dua,” ujar MugniMugni mengakui, usai kejadian pencurian di rumahnya pihak kepolisian mulai dari Polsek Cimanggis, Polres Metro Depok, dan Polda Metro Jaya telah berdatangan.
“Saat kita tahu, kemudian polisi langsung datang dari pihak Polsek, Polres juga datang, kemarin Polda Metro Jaya pun juga datang untuk meminta keterangan dari kami,” ucap Mugni.
Olah TKP
Sementara, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan terjadi pencurian di komplek Hankam, Tapos. Polsek Cimanggis dan Polres Metro Depok telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan yang merugikan korban, berupa uang tunai Rp15 juta dan logam mulia seberat 110 gram berikut surat-suratnya,” ujar Made.
Polres Metro Depok menduga, tersangka rumsong di rumah korban dilakukan dua orang atau lebih. Diduga tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat tembok dan merusak jendela kamar korban.
“Masih penyelidikan, apabila ada perkembangan akan diinformasikan kembali,” pungkas Made.