Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Bandara Haneda, salah satu gerbang utama Jepang. Pasalnya, seorang petugas keamanan bandara itu ditangkap karena diduga mencuri uang tunai milik seorang penumpang.
Tersangka bernama Ryu Matsumoto (21) disebut mencuri uang tunai sebesar 90 ribu yen (hampir Rp10 juta) milik seorang penumpang yang berusia 30 tahunan. Insiden itu terjadi di area pemeriksaan keamanan domestik Terminal 1 Bandara Haneda, tepat sebelum pukul 18.30 waktu setempat, pada Sabtu, 13 September 2025.
Advertisement
Matsumoto, lapor TV Asahi, merupakan karyawan perusahaan keamanan yang memeriksa bagasi kabin atas nama maskapai di bandara tersebut. Penumpang yang menjadi korban meletakkan uang tunai miliknya di atas nampan bersama ranselnya sebagai bagian pemeriksaan standar.
Mengutip Japan Today, Selasa (16/9/2025), menurut polisi, Matsumoto yang sedang membantu penumpang, mengambil uang tunai itu lalu memasukkannya ke dalam saku bajunya. Ia kemudian menyembunyikannya di gulungan tisu toilet di bilik toilet terdekat.
Sementara, korban baru menyadari uang tunainya hilang setelah menyelesaikan pemeriksaan. Penumpang itu lalu melaporkannya kepada petugas keamanan bandara lain.
Bukan Pencurian Pertama
Polisi yang menginvestigasi kasus tersebut mengatakan rekaman kamera keamanan menunjukkan Matsumoto berperilaku mencurigakan. Dalam pemeriksaan, Matsumoto mengakui pencurian yang dituduhkan.
Ia beralasan, "Saya mencuri uang untuk kesenangan semata. Pekerjaan saya menuntut fisik dan saya sempat berpikir untuk berhenti. Saya ingin uang untuk biaya hidup."
Kepada polisi, Matsumoto mengakui bahwa itu bukan pencurian pertama yang dilakukannya. Ia mengatakan, "Sejak Agustus tahun ini, saya telah mencuri sekitar 1,5 juta yen dari dompet yang diletakkan di atas nampan sebanyak 70 hingga 80 kali."
Kasus itu jelas mencoreng citra Bandara Haneda yang kerap masuk dalam daftar bandara terbaik dunia. Salah satunya berdasarkan penilaian publikasi Travel + Leisure. Mengutip publikasi itu, Bandara Haneda berada di posisi 8 di daftar Bandara Terbaik Dunia 2024 dengan skor 84,47.
Penilaian Bandara Terbaik di Dunia
Mengutip The Economic Times, Rabu, 23 Juli 2025, ada 10 bandara terbaik dunia berdasarkan hasil penilaian pada tahun ini. Bandara-bandara unggulan itu menawarkan lebih dari sekadar transportasi yang lancar, tetapi juga menawarkan santapan, hiburan, dan pemandangan yang berkesan hingga layak untuk didatangi lebih awal atau berlama-lama setelah mendarat, menurut Travel + Leisure.
Menurut Travel + Leisure, kebanyakan bandara yang masuk daftar adalah baru, yang berarti mereka menampilkan desain arsitektur yang indah, alur navigasi yang logis, dan banyak fasilitas untuk menghibur para pelancong selama menunggu lama. Berikut daftar lengkap 10 besar Bandara Terbaik Dunia 2024:
Bandara Istanbul – Skor: 98,57
Bandara Changi Singapura – Skor: 95,20
Bandara Internasional Hamad, Doha – Skor: 92,34
Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi – Skor: 89,48
Bandara Internasional Dubai – Skor: 88,38
Bandara Internasional Hong Kong – Skor: 86,22
Bandara Helsinki-Vantaa, Finlandia – Skor: 86,18
Bandara Haneda, Tokyo – Skor: 84,47
Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, Mumbai – Skor: 84,23
Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan – Skor: 83,67
Modus Pencurian Petugas Keamanan Bandara Filipina
Kasus pencurian uang oleh petugas bandara juga pernah terjadi di Bandara Internasional Manila, Filipina. Sebuah rekaman viral setelah merekam seorang petugas yang menelan uang tunai senilai USD300, sekitar Rp4,6 juta, dari dompet seorang penumpang
Dilansir dari AsiaOne pada Jumat, 22 September 2023, dari rekaman yang tersebar, petugas keamanan yang diketahui bernama Irency Morados tampak menempatkan uang tersebut ke mulutnya. Saat itu, Regino Allen, operator pemindai tubuh di bandara itu, memberikannya botol air.
Situasi semakin menarik ketika atasan Morados, Abraham de Luna, muncul dalam rekaman video tersebut. Dia terlihat berbicara dengan Morados yang tampak kesulitan dan tersedak saat mencoba menelan uang tersebut. Morados tampak mencoba meredakan situasi dengan menutup mulutnya menggunakan sapu tangan.
Menurut laporan dari Kantor Keamanan Transportasi (OTS) Filipina, insiden bermula ketika seorang penumpang menyerahkan tas bahunya kepada Morados untuk proses pemeriksaan. Setelah pemindaian, penumpang tersebut menyadari bahwa dompetnya terbuka dan sejumlah uang di dalamnya menghilang.