Semua TransJakarta Sudah Normal usai Halte Rusak Akibat Demo Ricuh Diperbaiki, Tarif Rp 1 Dicabut

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, layanan Transjakarta yang sempat terganggu akibat kerusakan fasilitas saat aksi unjuk rasa telah beroperasi normal kembali.

oleh Winda NelfiraDiperbarui 08 September 2025, 11:51 WIB
Penambahan rute juga untuk mengakomodir pengguna angkutan umum. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, layanan TransJakarta yang sempat terganggu akibat kerusakan fasilitas saat aksi unjuk rasa telah beroperasi normal kembali. Ia menyebut proses pemulihan berjalan cepat, kurang dari satu pekan.

“Seperti yang saya sampaikan, tidak lebih dari tujuh hari semuanya sudah normal kembali. Dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali,” kata Pramono usai meresmikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sejumlah fasilitas publik yang rusak, termasuk halte di kawasan Polda Metro Jaya dan sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO).

Halte Transjakarta Senen Sentral yang rusak karena dibakar massa kini dibangun kembali dan berubah nama jadi Halte Jaga Jakarta. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Perbaikan Fasilitas TransJakarta

Perbaikan fasilitas tersebut dibagi dua. Kementerian PU menangani perbaikan JPO dan lift yang pengerjaan fisiknya ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Sementara itu, Pemprov DKI bersama TransJakarta bertanggung jawab pada perbaikan halte.

Beberapa halte yang juga telah beroperasi dengan normal kembali antara lain Halte Polda Metro Jaya, Istora Mandiri, dan Senayan Bank DKI.

“Seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya. Tarif juga sudah normal kembali. Mudah-mudahan kehidupan masyarakat Jakarta juga normal kembali,” ujar Pramono.

Kualitas Fasilitas Publik Versi Survei Time Out

Selain itu, Pramono juga menyampaikan kabar positif terkait hasil survei internasional dari Time Out yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-17 dunia untuk kualitas fasilitas publik. Menurut Pramono, di kawasan ASEAN posisi Jakarta berada tepat di bawah Singapura, mengungguli Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

“Mudah-mudahan kita bisa lebih baik, bukan lagi ranking 17, tetapi bisa lebih dari itu,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya