Hati-hati, Ini Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Mobil Matik Cepat Rusak

Mobil matik memang praktis, tapi ada kebiasaan buruk yang bisa bikin transmisinya cepat rusak, mulai dari salah posisi tuas, pindah gigi sembarangan, hingga menggeber mesin di posisi netral. Hati-hati, perbaikan girboks matik tidak murah baca tips selengkapnya agar mobil tetap awet!

oleh Muhamad RidwanDiterbitkan 09 September 2025, 06:13 WIB
Mobil matik nyaman dipakai di kemacetan, tapi salah penggunaan bisa bikin transmisi cepat jebol (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan pengguna mobil bertransmisi otomatis (matik) di Indonesia terus meningkat, terutama di kota-kota besar. Wajar saja, mobil matik dikenal lebih praktis dan nyaman dipakai di tengah kemacetan karena pengemudi tidak perlu repot mengoperasikan kopling dan gigi secara manual.

Namun, kenyamanan mobil matik bisa berkurang jika Anda terbiasa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang justru memperpendek usia pakainya. Sayangnya, banyak pengendara yang belum menyadari bahwa kesalahan kecil dalam penggunaan bisa berujung pada kerusakan serius pada sistem transmisi.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, Senin (8/9/202025), berikut beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari agar mobil matik tetap awet:

1. Tidak Menggunakan Tuas Transmisi Sesuai Fungsinya

Mobil matik memiliki sejumlah posisi transmisi, mulai dari P (Park), R (Reverse), N (Neutral), D (Drive), hingga L (Low). Masing-masing posisi memiliki fungsi berbeda yang wajib dipahami.

Sayangnya, masih banyak pengguna yang salah menggunakannya. Contohnya, tetap menggunakan posisi D saat berhenti lama di lampu merah hanya demi kenyamanan. Padahal, kebiasaan ini memberi tekanan berlebih pada transmisi.

Pastikan selalu menggunakan posisi transmisi sesuai fungsinya. Saat parkir gunakan P, saat berhenti lama pilih N, dan gunakan L hanya saat melewati tanjakan atau turunan.

2. Perpindahan Gigi Tidak Sempurna

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memindahkan tuas transmisi terlalu cepat, misalnya dari R (mundur) langsung ke D (maju) ketika mobil belum berhenti sempurna.

Kebiasaan ini bisa menimbulkan tekanan besar pada girboks dan merusak komponen transmisi. Jika dibiarkan berulang kali, biaya perbaikannya bisa sangat mahal.

Sebaiknya, pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindahkan tuas transmisi. Meskipun terlihat sepele, langkah ini bisa memperpanjang umur transmisi mobil matik Anda.

3. Menggeber Mesin di Posisi Netral (N)

Beberapa pengemudi masih terbiasa menginjak gas dalam posisi N hingga RPM tinggi, lalu memindahkan tuas langsung ke D. Kebiasaan ini bisa menimbulkan hentakan keras yang membebani transmisi.

Efeknya, komponen transmisi cepat aus dan performa mobil menurun. Padahal, mobil matik tidak memerlukan perlakuan seperti itu. Cukup nyalakan mesin, lalu langsung pindahkan ke posisi D untuk mulai melaju dengan aman.

Mobil matik memang praktis, tetapi tetap membutuhkan perlakuan yang benar. Menggunakan tuas transmisi sesuai fungsi, memastikan perpindahan gigi sempurna, serta menghindari kebiasaan menggeber mesin di posisi netral adalah langkah sederhana untuk menjaga sistem transmisi tetap awet.

Dengan penggunaan yang tepat dan servis rutin, mobil matik Anda tidak hanya lebih nyaman dikendarai, tetapi juga bisa bertahan lebih lama tanpa masalah serius.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya