Top 3 News: Curahan Hati Bripka Rohmad Pecahkan Keheningan Ruang Sidang

Bripka Rohmad berdiri tegap dengan seragam cokelatnya, baret biru menempel di kepala. Itulah top 3 news hari ini.

oleh Devira PrastiwiNanda Perdana PutraAdy AnugrahadiMuhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 06 September 2025, 08:30 WIB
Bripka Rohmad, sopir mobil rantis Brimob yang melindas pengemudi ojek online (pengemudi ojol) Affan Kurniawan hingga tewas menjalani sidang kode etik. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Bripka Rohmad berdiri tegap dengan seragam cokelatnya, baret biru menempel di kepala. Sejenak ia hanya diam, mendengar amar putusan yang dibacakan Ketua Sidang Kode Etik Polri Kombes Heri Setiawan di ruang TNCC, Kamis, 4 September 2025. Itulah top 3 news hari ini.

Suasana ruangan mendadak berubah ketika Ketua Sidang Kode Etik Polri, Kombes Heri Setiawan, mempersilahkan Bripka Rohmad berbicara. Rohmad menggenggam mikrofon erat, menarik napas panjang, lalu mulai bicara.

Kata-katanya mengalir perlahan. Tentang 28 tahun berdinas yang tak pernah sekali pun menjalani sidang disiplin. Tentang seorang istri dan dua anak. Tentang hidup yang hanya bertumpu pada gaji Polri.

Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Nadiem langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan pada Kamis 4 September 2025.

Kuasa hukum Nadiem Makariem, Hotman Paris, sangat yakin nasib kliennya sama dengan yang menimpa Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan kabar yang menyebut anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI ditangkap Brimob Polri saat demo ricuh beberapa waktu lalu adalah tidak benar.

TNI menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks yang berpotensi mengadu domba dua institusi negara. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah mengakui foto yang beredar memang benar menampilkan anggota BAIS.

Dia pun mengungkap inisial prajurit tersebut yaitu Mayor SS. Namun demikian, Freddy membantah keras narasi yang menyebut Mayor SS provokator.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat 5 September 2025:

1. Curahan Hati Bripka Rohmad Pecahkan Keheningan Ruang Sidang

Bripka Rohmad, pengemudi rantis Brimob jalani sidang kode etik (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Bripka Rohmad berdiri tegap dengan seragam cokelatnya, baret biru menempel di kepala. Sejenak ia hanya diam, mendengar amar putusan yang dibacakan Ketua Sidang Kode Etik Polri, Kombes Heri Setiawan, di ruang TNCC, Kamis, 4 September 2025.

Suasana ruangan mendadak berubah ketika Ketua Sidang Kode Etik Polri, Kombes Heri Setiawan, mempersilahkan Bripka Rohmad berbicara. Rohmad menggenggam mikrofon erat, menarik napas panjang, lalu mulai bicara.

"Izinkan kami mengajukan dan mengizinkan perkenaan kami untuk menyampaikan curahan hati, terima kasih yang mulia," kata Bripka Rohmad.

Kata-katanya mengalir perlahan. Tentang 28 tahun berdinas yang tak pernah sekali pun menjalani sidang disiplin. Tentang seorang istri dan dua anak. Tentang hidup yang hanya bertumpu pada gaji Polri.

 

Selengkapnya...

2. Hotman Paris: Nasib Nadiem Makarim Sama dengan Tom Lembong

Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Nadiem langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan pada Kamis 4 September 2025.

Kuasa hukum Nadiem Makariem, Hotman Paris, sangat yakin nasib kliennya sama dengan yang menimpa Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.

"Oke, satu tidak ada kasus. Kasus Nadiem, nasib Nadiem sama dengan nasib Lembong," tutur Hotman Paris kepada wartawan, dikutip Jumat 5 September 2025.

 

Selengkapnya...

3. TNI Ungkap Kronologi Brimob Disebut Tangkap Anggota BAIS saat Demo Anarkis

TNI bersama Divisi Humas Mabes Polri menggelar jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. (Liputan6/ M Radityo Priyasmoro)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan kabar yang menyebut anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI ditangkap Brimob Polri saat demo ricuh beberapa waktu lalu adalah tidak benar.

TNI menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks yang berpotensi mengadu domba dua institusi negara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah mengakui foto yang beredar memang benar menampilkan anggota BAIS. Dia pun mengungkap inisial prajurit tersebut yaitu Mayor SS. Namun demikian, Freddy membantah keras narasi yang menyebut Mayor SS provokator.

"Bahwa foto ini memang benar adalah anggota BAIS TNI, karena sudah jelas disitu ada kartu tanda anggota. Tapi yang saya sangkal adalah narasinya, BAIS TNI dituduh provokator dan perusuh demo. Ini perlu kami jelaskan, karena seperti saya sampaikan tadi, begitu foto, kemudian video konten yang salah, itu jelas-jelas hoaks,” ujar Freddy dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Jumat 5 Seotember 2025.

 

Selengkapnya...

Infografis Kronologi Kasus Nadiem Makarim hingga Ditetapkan Tersangka Korupsi Chromebook. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya