Liputan6.com, Paramaribo - Presiden Suriname Jennifer Geerlings-Simons menghadiri Resepsi Diplomatik Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Ballroom Royal Torarica Hotel, Paramaribo, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Acara ini juga dihadiri ketua parlemen Suriname serta sembilan pejabat tinggi setingkat menteri.
Dalam pidatonya, Presiden Geerlings-Simons menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Dia menyoroti tema peringatan yang dinilai tetap selaras dengan perjuangan rakyat dan pendiri bangsa Indonesia terdahulu.
Advertisement
Presiden Geerlings-Simons menggarisbawahi bahwa Indonesia aktif menyuarakan prinsip-prinsip hak asasi manusia, keadilan, kedaulatan, dan tanggung jawab bersama di berbagai forum global multilateral.
Dia turut mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin, mulai dari perdagangan, kebudayaan, people-to-people contact, peningkatan kapasitas, hingga penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kearsipan Indonesia–Suriname. Presiden Geerlings-Simons menekankan bahwa kesepahaman tersebut merupakan upaya keterbukaan akses pertukaran data dan informasi historis yang dimiliki bersama oleh kedua negara.
Presiden Geerlings-Simons bersama Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Suriname Agus Priono mengumumkan pula rencana peringatan bersama 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Suriname pada Januari 2026.
"Kedua negara akan memperingati terbentuknya 50 tahun ikatan diplomatik pada bulan Januari 2026. Kesempatan ini akan memperkuat pencapaian masa lalu dan memperkuat kemitraan saat ini serta mendorong kolaborasi yang lebih mendalam di masa depan dalam berbagai kepentingan bersama," ujar Presiden Geerlings-Simons seperti dikutip dalam pernyataan yang dirilis oleh KBRI Paramaribo.
Perjanjian Kerja Sama Ketenagakerjaan RI–Suriname
Presiden Geerlings-Simons menilai kemajuan Indonesia dalam bidang ekonomi patut diapresiasi. Dia menyebut Indonesia sebagai mitra pembangunan Suriname, khususnya dengan keterlibatan aktif pengusaha Suriname dalam INA-LAC dan Indofair.
"Suriname dapat menjadi mitra Indonesia tidak hanya bilateral, namun juga dalam skema pengembangan perekonomian Indonesia di kawasan Karibia," tutur Presiden Geerlings-Simons.
Dalam bidang perlindungan warga negara Indonesia, Presiden Suriname menyatakan setuju atas usulan KBRI Paramaribo untuk segera membentuk perjanjian kerja sama ketenagakerjaan RI–Suriname.
"Pemerintah (Suriname), di bawah kepemimpinan saya, akan mempertimbangkan usulan dari Pemerintah Indonesia untuk membuat perjanjian ketenagakerjaan," tegas Presiden Geerlings-Simons seraya menambahkan, keberhasilan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan menjadi contoh baik tentang apa yang bisa dicapai dengan kesatuan, tekad, dan visi bersama.
Promosi Budaya Indonesia
Dubes Agus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Dia menekankan pentingnya kesatuan bangsa bagi pembangunan.
"Bangsa Indonesia berkembang pesat dengan memegang teguh moto Bhinneka Tunggal Ika, kesatuan dalam keberagaman," ucap Dubes Agus.
Dubes Agus menjelaskan bahwa pemerintah terus mengedepankan pembangunan melalui visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dituangkan ke dalam Asta Cita. Visi tersebut mencakup delapan prioritas: ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia, ketahanan nasional, penyediaan lapangan kerja, pendidikan dan pengetahuan, industrialisasi, pembangunan pedesaan, reformasi dan antikorupsi, serta harmonisasi alam, budaya, dan kepercayaan.
Lebih lanjut, Dubes Agus menekankan adanya keterikatan yang kuat antara masyarakat Indonesia dan Suriname.
"Jembatan kebudayaan yang ada telah menciptakan ikatan kedua masyarakat kita – Indonesia dan Suriname – dari generasi ke generasi dan membentuk fondasi kemitraan antara kita sampai hari ini," terang Dubes Agus.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Suriname telah berlangsung erat dengan dukungan satu sama lain di berbagai forum multilateral. Dalam bidang ekonomi, pemerintah Indonesia mendorong partisipasi aktif pengusaha Suriname pada Trade Expo Indonesia dan INA-LAC Business Forum. Pada bidang sosial budaya, kedua negara mengajukan nominasi bersama Jaran Kepang sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada Maret 2025, serta menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Kearsipan pada 8 Agustus 2025 yang bertepatan dengan peringatan 135 tahun Imigrasi Jawa ke Suriname.
Resepsi diplomatik dimanfaatkan KBRI Paramaribo untuk promosi budaya, pariwisata, dan kuliner Indonesia. Penampilan konser musik keroncong oleh Alumni Beasiswa Indonesia, flash mob Pacu Jalur yang dipimpin langsung oleh Dubes Agus bersama staf KBRI, serta promosi produk buatan Indonesia mewarnai acara. Para tamu pun disuguhi hidangan khas nusantara seperti sate ayam, sate maranggi, lumpia Semarang, onde-onde, dan ongol-ongol singkong.