Empat Konfederasi Buruh Sepakat Tunda Demo, Hindari Aksi Ditunggangi dan Jaga Kondusivitas

menegaskan dirinya bersama tiga pimpinan konfederasi lain telah mengeluarkan instruksi agar buruh bersiaga, namun tidak ikut aksi hingga situasi dinilai aman.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 September 2025, 00:34 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea saat mengikuti aksi buruh. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Empat konfederasi serikat pekerja di Indonesia menyatakan sepakat untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat menyusul kericuhan demo pada pekan lalu yang berujung pada pembakaran dan penjarahan.

Empat konfederasi tersebut adalah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan, dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan dirinya bersama tiga pimpinan konfederasi lain telah mengeluarkan instruksi agar buruh bersiaga, namun tidak ikut aksi hingga situasi dinilai aman.

"Empat konfederasi buruh sepakat untuk tidak menurunkan massa dalam waktu dekat karena kami ingin menjaga kondusivitas, damai,” ujar Andi Gani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Andi Gani menekankan jumlah massa buruh yang besar mencapai puluhan ribu orang bisa berpotensi memicu eskalasi jika turun ke jalan. Ia juga menegaskan buruh tidak akan tinggal diam bila kawasan industri tempat mereka bekerja diganggu.

“Kami tidak akan tinggal diam apabila wilayah industri diganggu. Tapi demonstrasi damai tetap harus dijaga sebagai ruang demokrasi,” tambahnya.

 

Sikap KSPI dan Seruan Hindari Provokasi

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal tiba di lokasi demo buruh hari ini, Kamis (28/8/2025). 

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan serikatnya juga belum berencana turun ke jalan dalam waktu dekat, meski sempat ikut aksi pada Kamis (28/8) lalu. “Bila akan melakukan aksi, kami akan ikuti prosedur, undang-undang, dan yang terpenting hindari anarkis serta kekerasan. Kalau rusuh, kita semua yang rugi,” tegas Said.

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat dan Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban turut menandatangani instruksi bersama agar buruh menahan diri dan tidak terprovokasi hasutan pihak-pihak tertentu.

Andi Gani secara khusus meminta anggota KSPSI menunggu instruksi resmi dari pimpinan pusat.

"Semua buruh KSPSI, sebagai konfederasi buruh terbesar, saya minta menahan diri, hindari wilayah berbahaya, dan tetap taat pada komando,” katanya.

 

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya