Penghormatan Terakhir Grab untuk Driver jadi Korban Demo di Makassar

Tangis keluarga pecah ketika rombongan manajemen Grab Indonesia hadir memberikan penghormatan terakhir dan mendampingi prosesi tahlilan.

oleh FauzanDiperbarui 31 Agustus 2025, 18:54 WIB
rombongan manajemen Grab Indonesia hadir memberikan penghormatan terakhir driver yang jadi korban demo di Makassar. (Liputan6.com/istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Suasana duka masih menyelimuti rumah duka Rusdamdiansyah alias Dandi (25), mitra pengemudi ojek online Grab yang tewas setelah dikeroyok massa dalam kerusuhan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025) malam.

Tangis keluarga pecah ketika rombongan manajemen Grab Indonesia hadir memberikan penghormatan terakhir dan mendampingi prosesi tahlilan.

Director of East Indonesia Operations Grab Indonesia, Halim Wijaya, ikut hadir langsung di pemakaman, menaburkan bunga di pusara almarhum, serta menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga. Kehadiran pihak Grab disebut menjadi penguat bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung mereka.

"Almarhum telah lebih dari tujuh tahun bersama kami. Beliau bukan sekadar mitra pengemudi, tetapi juga pejuang jalanan yang setia, sahabat bagi sesama mitra, dan bagian dari keluarga besar Grab. Kehilangan ini sungguh tragis dan meninggalkan duka yang begitu dalam," ujar Halim, Minggu (31/8/2025).

 Grab memastikan akan mengembalikan seluruh hak-hak almarhum, termasuk saldo dompet mitra, serta memberikan santunan langsung bagi keluarga. Karena biaya perawatan rumah sakit telah ditanggung penuh, bantuan Grab difokuskan pada bentuk dukungan lain seperti pendampingan psikologis, bantuan finansial, dan doa bersama komunitas.

Korban Lain

Selain itu, Grab juga memberikan perhatian kepada korban lain yang masih dirawat akibat kerusuhan. Salah satunya adalah Budi Haryadi, mitra Grab yang juga anggota Satpol PP, yang kini dalam kondisi kritis di RS Primaya Makassar. Tim Grab telah menyambangi rumah sakit untuk mendampingi keluarga dan memastikan kebutuhan korban terpenuhi. 

Dalam kesempatan yang sama, Grab menegaskan bahwa pihaknya hadir bukan sekadar sebagai perusahaan transportasi, melainkan bagian dari perjuangan mitra pengemudi. Grab bahkan menyiapkan pendampingan hukum bagi para mitra yang terdampak kerusuhan serta menjalin komunikasi dengan aparat penegak hukum guna mendukung proses investigasi. 

“Kami berterima kasih atas doa, perhatian, dan solidaritas dari seluruh mitra serta masyarakat Makassar. Semoga keluarga almarhum Rusdamdiansyah dan mitra lain yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan. Kami juga mendoakan saudara Umar yang dirawat di RS Pelni Jakarta dan saudara Aji di RSUD Tarakan agar segera pulih dan kembali berkumpul dengan keluarga,” tutup Halim.

Dengan meninggalnya Rusdamdiansyah, jumlah korban jiwa dalam kerusuhan Makassar bertambah menjadi empat orang, bersama tiga korban lainnya yakni Sarinawati (26), staf DPRD Makassar; Akbar Basri alias Abay (26), staf Humas DPRD; serta Syaiful Akbar (43), Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya