AC Milan: Diharapkan Berubah, Ternyata Performa Masih Seburuk Musim Sebelumnya

Perubahan besar di musim panas ternyata belum mampu mengubah wajah Rossoneri.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 26 Agustus 2025, 18:27 WIB
Ekspresi skuad AC Milan usai ditekuk oleh Cremonese di giornata 1 Serie A 2025/2026 di San Siro, Minggu (24/08/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan AC Milan dari Cremonese di pekan pembuka Serie A 2025/2026 memunculkan tanda tanya besar soal arah perjalanan tim musim ini. Perubahan besar di musim panas ternyata belum mampu mengubah wajah Rossoneri.

Meski ada pelatih baru, manajemen baru, dan sederet rekrutan anyar, performa Milan masih terasa seperti musim lalu. Kekalahan dari tim yang baru naik dari Serie B hanya menegaskan masalah mendasar yang belum terselesaikan.

Fabio Capello pun angkat bicara, memberikan kritik pedas terhadap penampilan Milan. Menurut sang legenda, semua kelemahan lama kembali terlihat dan itu membuat situasi semakin mengkhawatirkan.


Kritik Pedas dari Capello

Momen saat Federico Baschirotto mencetak gol di laga AC Milan vs Cremonese di San Siro, Minggu (24/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Capello menyoroti bahwa kekalahan dari Cremonese tidak menunjukkan perubahan berarti di tubuh Milan. "Pada titik tertentu, saat menonton pertandingan, saya berkata kepada istri saya, ‘ini tim tahun lalu’. Semua masalah yang ada musim lalu muncul lagi. Tempo lambat, posisi buruk saat kehilangan bola, dan yang terpenting, kurang karakter," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.

Menurut Capello, bahkan debut Luka Modric tidak mampu menutupi kelemahan kolektif tim. "Biarkan Modric sendiri. Dia pengecualian klasik yang mengkonfirmasi aturan. Selebihnya, kelemahan terlihat jelas. Gimenez, misalnya, tampak kesulitan di San Siro," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa bermain untuk Milan di San Siro tidak bisa disamakan dengan bermain di stadion lain. Tekanan dan atmosfer yang ada menuntut mentalitas yang lebih kuat dari para pemain.


Allegri Soroti Masalah Utama

Skuad Cremonese merayakan gol Federico Bonazzoli ke gawang AC Milan di San Siro, Minggu (24/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Massimiliano Allegri, yang kini menangani Milan, juga menyoroti persoalan serius tim. "Tim kesulitan untuk merasakan bahaya," katanya usai laga. Baginya, masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan soal sikap dan posisi di lapangan.

Capello setuju dengan pendapat itu, dengan menekankan bahwa setiap kali Milan kehilangan bola, mereka selalu dalam kondisi tidak seimbang. "Saat lawan menyerang balik, mereka bisa memanfaatkan ruang karena ada empat atau lima pemain bebas. Loftus-Cheek lambat turun, Fofana terlalu maju," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dibandingkan Napoli yang semua pemainnya langsung berusaha merebut bola kembali, Milan justru terlihat pasif. Situasi ini menurutnya hanya mengulang kelemahan musim lalu.

Lanjut Baca:

Capello percaya bahwa Allegri tentu akan mencoba memperbaiki kelemahan tersebut. "Allegri bisa dikritik untuk banyak hal, tapi tidak untuk mengabaikan fase bertahan," katanya. Namun, masalah tidak hanya ada di taktik, melainkan juga di kesediaan pemain untuk bekerja lebih keras. Ia mengkritik sikap beberapa pemain yang hanya "berlari" tanpa niat merebut bola dengan agresif. Bagi Capello, di Milan, seharusnya pemain bertahan tidak sekadar mengandalkan insting, melainkan benar-benar membaca pergerakan lawan. Selain lini belakang, serangan Milan pun dinilai tidak meyakinkan. Capello menilai tempo permainan yang lambat membuat semua hal jadi sulit, bahkan Modric yang mencoba mengubah permainan pun kesulitan karena masalah sudah bermula dari lini belakang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya