Perjalanan KA Jarak Jauh Terhenti 38 Menit Imbas Gempa Bekasi, Pengecekan Masih Dilakukan

Ada 18 perjalanan kereta api di lintas Timur Daop 1 Jakarta yang dihentikan sementara pasca terjadinya gempa bumi.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 20 Agustus 2025, 21:42 WIB
Perjalanan kereta api jarak jauh sempat terhenti sekitar 38 menit imbas gempa bekasi. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat perjalanan kereta api jarak jauh sempat terhenti sekitar 38 menit imbas gempa dengan magnitudo 4,9 yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat. Perjalanan KA di lintas Timur Jakarta telah berjalan normal lebih dahulu.

VP Public Relation PT KAI, Anne Purba menjelaskan ada 18 perjalanan kereta api di lintas Timur Daop 1 Jakarta yang dihentikan sementara pasca terjadinya gempa bumi di wilayah Kabupaten Bekasi pada pukul 19.54 WIB.

Perjalanan ini kembali normal sejak pukul 20.32 WIB setelah jalur dipastikan aman.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, operasional kereta api dihentikan sementara hingga seluruh proses pemeriksaan dipastikan aman untuk dilintasi,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).

Sementara itu, di wilayah KAI Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon, petugas KAI masih melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan jalur aman sebelum kembali dioperasikan secara normal.

“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keputusan penghentian sementara ini diambil sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan seluruh pelanggan dan perjalanan kereta api,” tutup Anne.

 

KRL Jabodetabek Sudah Normal

Penumpang KRL terganggu saat terjadi gempa. (Liputan6.com/Benedikta)

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) memastikan perjalanan KRL Jabodetabek telah kembali normal. Sebelumnya, petugas telah melakukan pengecekan keamanan jalur.

Sebagaimana diketahui, perjalanan KRL Jabodetabek sempat terhenti imbas gempa dengan magnitudo 4,9 yang berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus mengatakan pihaknya sudah memastikan jalur KRL Jabodetabek aman dilalui.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kondisi jalur maupun jembatan oleh petugas kami, maka pada pukul 20.28 dilaporkan kondisi jalur dan jembatan aman," kata Joni saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (20/8/2025).

 

Mohon Maaf Atas Kendala Perjalanan

Dia menjelaskan, perjalanan KRL Jabodetabek telah berjalan normal kembali sejak pukul 20.35 WIB. Dia turut meminta maaf atas kendala operasional yang terjadi.

"KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut," tandas Joni.

Petugas KAI Commuter Cek Jalur

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) langsung mengecek keamanan jalur kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek. Hal ini dilakukan setelah adanya gempa dengan magnitudo 4,9 berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus membenarkan perjalanan KRL Jabodetabek terhenti imbas gempa Bekasi. Dia bilang petugas tengah melakukan pengecekan.

"Saat ini petugas kami sedang melakukan pengecekan di sepanjang lintasan operasional Commuter Line untuk memastikan kondisi, baik sarana maupun prasarana," kata Joni saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (20/8/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya