Amarah Dedi Mulyadi di Balik Dukanya Terhadap Raya, Bocah yang Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing

Kabar ini pun terdengar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dibalik rasa dukanya, dia menyimpan rasa geram karena banyak yang abai akan kondisi Raya.

oleh Putu Merta Surya PutraDiperbarui 20 Agustus 2025, 14:37 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok. Pemprov Jawa Barat)

Liputan6.com, Jakarta Raya, seorang bocah berusia tiga tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia karena infeksi cacing gelang.

Kabar ini pun terdengar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dibalik rasa dukanya, dia menyimpan rasa geram karena banyak yang abai akan kondisi Raya.

"Saya menyampaikan prihatin dan rasa kecewa yang mendalam, serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun, dan dalam tubuhnya dipenuhi cacing," kata dia seperti dikutip dalam akun Instagramnya @dedimulyadi71, Rabu (20/8/2025).

Dedi Mulyadi mengaku sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani jenazah Raya, yang disebutnya balita tersebut meninggal dunia karena cacingan.

"Ibunya mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ, dia sering dirawat oleh neneknya, dan bapaknya mengalami penyakit paru-paru,TBC. Dan dia sejak balita terbiasa di kolong rumah itu bersatu dengan ayam dan kotoran. Sehingga dimungkinkan dia seringkali, tangannya tidak pernah dicuci, mulutnya kemasukan cacingan, sehingga menimbulkan cacingan yang akut," ungkap dia.

Melihat kondisi keluarga dan korban inilah yang membuat Politikus Gerindra itu geram, khususnya ke aparatur desa Cianaga tersebut.

 

Beri Sanksi

Kondisi rumah Raya, balita asal Sukabumi meninggal karena tubuh dan otak dipenuhi cacing

Dedi Mulyadi pun mempertimbangkan akan memberikan sanksi baik itu ke tim penggerak PKK, Kepala Desa, maupun Bidan Desa akibat peristiwa tersebut.

"Untuk itu perhatian untuk semua dimungkinkan saya aan memberikan sanksi bagi desa tersebut karena fungsi-fungsi, PKK-nya tidak jalan, fungsi Posyandunya tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya tidak berjalan," ungkap dia.

"sanksi-sanksi akan kami berikan ke siapapun dan daerah manapun yang terbukti tidak memberikan perhatian ke masyarakat. dan selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penanganan kepada keluarga tersebut," jelasnya.

 

Beri Bantuan

Raya, seorang bocah berusia tiga tahun di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dengan penyakit yang langka: seluruh tubuhnya dipenuhi cacing, bahkan sampai ke otak. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Dedi Mulyadi pun juga menegaskan, sudah mengirimkan tim untuk merawat keluarga Raya.

Sekaligus, menurut dia, ini menjadi pelajaran bagi aparatur desa untuk bisa peduli dengan masyarakat di lingkungannya.

"Kami sudah mengirimkan tim untuk mengangkut keluarga tersebut agar keluarganya dirawat karena menderita penyakit TBC. Ini perhatian bagi kita semua, semua aparat pemerintahan untuk senantiasa, kroscek terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan. Jangan abai, jangan ribut Ketika peristiwa terjadi," pungkasnya.

Dokter Ungkap Ukuran Cacing Gelang di Organ Pencernaan Bocah Raya

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Dokter Irfanugraha Triputra mengungkapkan kondisi pencernaan Raya. Menurutnya, infeksi cacing gelang (ascaris) yang dialami Raya sudah sangat parah. Bahkan cacing sudah menyebar ke organ vital, seperti paru-paru dan otak.

 Sementara itu, cacing yang keluar dari hidung menandakan bahwa cacing sudah menjalar hingga saluran pernapasan atau saluran pencernaan bagian atas.

"Ini cenderung terlambat. Cacingnya sudah banyak sekali di dalam pencernaan dan sudah berukuran besar-besar," kata Irfanugraha kepada wartawan, Rabu (20/8).

Kondisi ini membuat penanganan medis menjadi sangat sulit. Raya mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB, tepat sembilan hari masa perawatan.

Irfanugraha menjelaskan, Raya tiba di IGD RSUD R Syamsudin SH pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Dia dibawa menggunakan ambulans oleh keluarga dan tim relawan Rumah Teduh.

“Menurut pihak keluarga, sehari sebelumnya Raya hanya mengalami gejala demam, batuk, dan pilek,” ujar Irfanugraha.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya