Puan di Sidang MPR: Partai Politik Bukan Kendaraan Mencari Kekuasaan, Jembatan Rakyat dan Negara

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan partai politik bukan kendaraan untuk mencari kekuasaan. Menurut Puan, partai politik adalah jembatan bagi rakyat dan negara.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiperbarui 15 Agustus 2025, 10:44 WIB
Pada sidang tahunan MPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani pada Jumat (15/8/2025) di Jakarta, mengatakan bahwa kedaulatan bukan hanya soal menjaga batas wilayah negara, tetapi juga memastikan kebijakan luar negeri dan ekonomi nasional ditentukan secara mandiri (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan partai politik bukan kendaraan untuk mencari kekuasaan. Menurut Puan, partai politik adalah jembatan bagi rakyat dan negara.

"Partai politik bukan sekadar kendaraan menuju kekuasaan, tetapi jembatan antara rakyat dan negara," kata Puan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Puan mengingatkan, partai politik bukan sekadar organisasi, namun merupakan institusi perjuangan yang mengemban amanat perjuangan rakyat. Puan juga menegaskan partai politik memikul tanggung jawab besar sebagai guru kedaulatan rakyat.

“Partai politik bukan hanya struktur organisasi. Partai politik adalah institusi perjuangan, yang seharusnya berdiri tegak di atas nilai, integritas, dan kepercayaan rakyat,” ujar dia.

Menurut dia, partai tanpa nilai perjuangannya, akan membuat kekuasaannya kehilangan maknanya bagi rakyat. “Sebab, partai tanpa nilai perjuangan akan membawa kekuasaan kehilangan arah dan makna bagi rakyat,” ujarnya.

Penguatan Sistem Politik

Karena peran strategis itulah, kata Puan, partai politik tidak boleh berhenti membenahi diri. Partai harus menjadi tempat lahirnya para pemimpin yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berpihak, bekerja, dan berani mengambil risiko demi kepentingan rakyat.

Puan juga menekankan penguatan pada sistem politik yang menjadi wadah partai politik, yakni Pemilihan Umum atau Pemilu. Pasalnya, keberhasilan partai politik dalam menjalankan perannya sangat bergantung pada sistem yang menjadi wadahnya.

“Sebaik apa pun visi dan integritas partai, jika sistem politik, khususnya sistem pemilu, tidak mendukung terwujudnya kedaulatan rakyat secara nyata, maka suara rakyat berisiko terdistorsi,” ujarnya.

Sistem pemilu kita, sebagai sarana utama membentuk perwakilan, memang belum sepenuhnya sempurna.

“Tantangan kita adalah memastikan bahwa sistem ini benar-benar mendekatkan kehendak rakyat dalam menempatkan wakil-wakilnya dan memilih pemimpinnya,” kata Puan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya