Kapolresta Jelaskan Alasan Libatkan Brimob Jaga Demo Bupati Pati

Kapolresta mengatakan, pengamanan yang dilakukan kepolisian sepenuhnya berorientasi pada keselamatan warga.

oleh Felek WahyuDiperbarui 14 Agustus 2025, 11:46 WIB
Demo Tuntut Bupati Pati Mundur Ricuh (Foto: Felek Wahyu/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Unjuk rasa menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya sempat ricuh. Massa melempari botol ke arah petugas dan mobil polisi dibakar.

Melihat suasana di lapangan kian panas, jajaran Brimob diterjunkan untuk memperkuat barisan pengamanan. Keberadaan personel Brimob diharapkan bisa meredam ketegangan dan memastikan warga tetap aman.

"Brimob hadir bukan untuk menekan, tapi untuk memastikan keamanan bersama, baik peserta aksi maupun masyarakat umum," ujar Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi dalam rilis Polda Jateng, Rabu (13/8/2025).

Unjuk Rasa Harus Tertib dan Aman

Demo di Pendopo Pati

Jaka menambahkan, pihaknya akan terus bersiaga memantau perkembangan unjuk rasa hari ini bersama unsur TNI.

"Kami hadir di sini untuk memastikan penyampaian aspirasi tetap berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kerugian bagi siapapun," ujarnya.

Demo Sempat Ricuh

Aksi unjuk rasa warga di Pati, Jawa Tengah pada 13 Agustus 2025 berujung ricuh. Untuk mengurai kericuhan, pihak kepolisian terpaksa menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata. (Foto: AFP)

Seperti diberitakan sebelumnya, massa yang berunjuk rasa sempat berupaya mendorong barikade dan berteriak lantang di depan gerbang pendopo.

Kapolresta kemudian mengingatkan agar peserta aksi bisa menahan diri dan tidak terprovokasi. Dia pastikan, kepolisian membuka ruang berdialog agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa gesekan fisik.

“Pintu komunikasi selalu terbuka. Sampaikan melalui korlap, kita siap memfasilitasi,” ucapnya kepada perwakilan demonstran.

Jaka menambahkan, pengamanan yang dilakukan kepolisian sepenuhnya berorientasi pada keselamatan warga.

"Kami tidak ingin ada korban, baik dari peserta aksi, masyarakat, maupun petugas," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya