Damkar Sukabumi Evakuasi Dua Ular Sanca Kembang dalam Dua Hari yang Nyaris Memangsa Hewan Ternak

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi, Posko VII Sukaraja, Jawa Barat berhasil mengevakuasi dua ekor ular sanca kembang (Python reticulatus).

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 10 Agustus 2025, 11:15 WIB
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi, Posko VII Sukaraja, Jawa Barat berhasil mengevakuasi dua ekor ular sanca kembang (Python reticulatus). (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi, Posko VII Sukaraja, Jawa Barat berhasil mengevakuasi dua ekor ular sanca kembang (Python reticulatus) yang masuk kepemukiman warga. Peristiwa ini terjadi dalam dua hari berturut-turut, yaitu pada Kamis dan Jumat (7-8 Agustus 2025).

Komandan Posko VII Sukaraja Ade Feri menjelaskan, evakuasi pertama ular sanca di kandang ayam warga milik Heni (38) di Kampung Cikaret, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja. Laporan pertama diterima pada Kamis 7 Agustus 2025 sekitar pukul 14.10 WIB.

Menanggapi laporan tersebut, tim Damkar yang terdiri dari dua anggota berpengalaman, Mulyadin dan Wildan, segera berangkat ke lokasi dengan sepeda motor.

"Berbekal alat snake stick, tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB. Setelah memastikan area aman dari ular lain, tim berhasil mengevakuasi ular sepanjang 3,5 meter dengan berat sekitar 6 kilogram," kata Ade Feri, Sabtu 9 Agustus 2025.

Ular tersebut kemudian dibawa ke Posko VII Sukaraja untuk diamankan sementara. Rencananya, ular akan dilepasliarkan kembali ke alam melalui rekan Jaga Satwa Sukabumi (JSI) di lokasi yang jauh dari pemukiman, demi menjaga keseimbangan ekosistem.

"Pada hari berikutnya, Jumat 7 Agustus 2025, saat anggota piket Mulyadin dan Okke Prawira Dilaga bertugas, seorang warga bernama Budiharja (28) datang ke posko," ucap Ade Feri.

Menurut dia, warga yang beralamat di Griya Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang itu menyerahkan sebuah karung berisi ular sanca kembang.

"Ular kedua ini memiliki ukuran lebih kecil, dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang 2,5 meter. Namun, menurut keterangan Budiharja, ular tersebut memiliki motif kulit yang lebih cantik dengan gradasi warna kekuningan," tutur Ade Feri.

 

Damkar Imbau Masyarakat Waspada

Seekor ular kobra Jawa diwadah setelah dievakuasi. Dua pekan pertama Februari 2021 petugas Damkar Kota Malang mengevakuasi berbagai jenis ular jenis seperti kobra, ular kopi dan sanca masuk rumah warga (Damkar Kota Malang)

Ular itu ditemukan di saluran air menuju kolam ikan miliknya. Sama seperti evakuasi pertama, ular ini juga diamankan di Posko VII Sukaraja dan ditempatkan dalam kotak khusus.

"Ular ini juga akan dilepasliarkan kembali ke alam liar melalui JSI," ucap Ade Feri.

Lebih lanjut, Damkar Posko VII Sukaraja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya, cuaca saat ini memicu kemunculan ular di tengah pemukiman.

"Dengan anomali cuaca sekarang ini, pola kehidupan reptil salah satunya ular akan sangat mungkin bersinggungan langsung dengan manusia," kata Ade Feri.

Ia berpesan, jika menemukan hewan liar yang berpotensi mengganggu, masyarakat di wilayah Posko VII Sukaraja dapat melapor melalui nomor telepon 0266 260 513 atau datang langsung ke posko.

"Jangan sekali-kali mencoba mengevakuasi sendiri jika tidak memiliki keahlian khusus. Terutama ular piton, dengan kekuatan otot yang sangat kuat dan gigi-gigi setajam silet, gigitannya bisa menyebabkan pendarahan luar biasa. Pelayanan kami gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun," tutup Ade.

Infografis Teror Ular Kobra. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya