Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12%, Industri Ini Catat Pertumbuhan Terbesar

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada Kuartal II 2025. Berikut sejumlah lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 05 Agustus 2025, 21:34 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,12% pada kuartal II 2025 secara tahunan atau year on year (YoY). Demikian berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.947 triliun. Atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp 3.396 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 bila dibandingkan triwulan II tahun 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,12 persen," tutur Deputi Bidang Neraca dan Analisis Wilayah, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025, Selasa (5/8/2025).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Wilayah, Moh.Edy Mahmud menuturkan, ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.947 triliun. Atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp 3.396 triliun.

"Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 bila dibandingkan triwulan II tahun 2024 atau secara year on year tumbuh 5,12%,” ujar Moh.Edy Mahmud, Selasa, (5/8/2025).

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara triwulan ke triwulan atau quarter to quarter (q to q) di triwulan II-2025 tumbuh 4,04 persen.

"Pertumbuhan ekonomi q to q ini sejalan dengan pola musiman yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan q to q di triwulan II lebih tinggi daripada triwulan I sebelumnya," ujarnya.

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen juga lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2024, yaitu 5,05 persen.

 

Lapangan Usaha

Pernyataan tersebut menanggapi pandangan fraksi terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BPS juga mencatat seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal II 2025 secara YoY. Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yakni industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan.

"Total kelima lapangan usaha tersebut mencapai sektiar 63,59 persen dari PDB,” kata dia.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni jasa lainnya naik sebesar 11,31% didorong dengan ada pertumbuhan jumlah pengunjung tempat rekreasi, seiring ada Hari Besar Keagamaan Nasional, cuti bersama, dan libur sekolah serta pertumbuhan jumlah perjalanan wisatawan Nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara.

 

Sumber Pertumbuhan

Tercatat, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia hingga Maret 2024 mencapai level 54,2 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Edy menuturkan, lapangan usaha jasa perusahaan serta transportasi dan pergudangan juga naik tinggi pada kuartal II 2025 dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya, secara berturut-turut 9,31 persen dan 8,52 persen.

“Jika dlihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan II-2025, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 1,13 persen,” kata dia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,70 persen, informasi dan komunikasi dengan sumber pertumbuhan 0,53 persen serta konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,47 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya