Kemnaker Dorong Dunia Usaha lewat Strategi Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendorong pertumbuhan sektor usaha melalui strategi penguatan ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi.

oleh nofie tessarDiperbarui 05 Agustus 2025, 18:22 WIB
(Foto:Dok.Kemnaker)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendorong pertumbuhan sektor usaha melalui strategi penguatan ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi. Dukungan tersebut dijalankan melalui pendekatan sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand), guna menciptakan tenaga kerja berkualitas dan membuka lebih banyak peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan Menaker saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (RAKERKONAS) ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (5/8/2025).

 

(Foto:Dok.Kemnaker)

Dalam kesempatan tersebut, Menaker menyampaikan bahwa strategi pada sisi supply diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan selaras dengan kebutuhan industri. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melakukan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta dinamika dunia kerja yang terus berubah.

“Kita menyadari bahwa modalitas BLK merupakan aset besar yang sudah kita miliki. Karena itu, penting bagi kami untuk terus meningkatkan otoritas dan kapasitasnya agar lebih banyak orang yang bisa dilatih dengan kurikulum yang lebih mutakhir, serta mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Inilah yang saat ini sedang kami lakukan,” ujar Menaker.

Sementara itu, pendekatan demand dilakukan melalui penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang terbuka bagi semua kelompok, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Strategi yang ditempuh antara lain pengembangan kebijakan rekrutmen yang inklusif, pembentukan Talent & Innovation Hub untuk melatih tenaga kerja mandiri, serta pelaksanaan Gerakan Peningkatan Produktivitas Nasional guna meningkatkan daya saing.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya