Wujudkan Net Zero, SCG Ubah 200 Ton Sampah Jadi Energi

SCG melalui PT Semen Jawa meresmikan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Sukabumi. Teknologi ini tak hanya kurangi tumpukan sampah, tapi juga jadi solusi energi ramah lingkungan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Agustus 2025, 13:45 WIB
PT Semen Jawa yang merupakan bagian dari SCG meresmikan Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Sukabumi. (Dok SCG)  

Liputan6.com, Jakarta - SCG, melalui anak perusahaan PT Semen Jawa, meresmikan Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Kabupaten Sukabumi. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara perusahaan dengan Pemerintah Daerah Sukabumi untuk mengatasi masalah penumpukan sampah sekaligus mendukung target SCG mencapai Net Zero pada tahun 2050.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, masalah sampah di Indonesia sangat serius. Sampai hari ini, timbunan sampah nasional mencapai angka 56,6 juta ton.

"Dari 56,6 juta ton ini baru 10-14 persen yang kita kelola, sisanya benar-benar kita buang di lingkungan. Kehadiran Semen Jawa ini menjadi penting di dalam upaya Pemerintah Jawa Barat menyelesaikan sampahnya,” ungkap Hanif dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8/2025).

Country Director SCG Indonesia Warit Jintanawan menjelaskan pembangunan fasilitas teknologi RDF ini adalah wujud nyata dari visi SCG dalam mewujudkan Inclusive Green Growth.

"SCG berkomitmen penuh untuk mendukung inisiatif Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengelola sampah sekaligus mewujudkan kawasan yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal," jelas Warit.

Ia menambahkan, peresmian ini juga mencerminkan komitmen SCG dalam menghadirkan inovasi rendah karbon dengan mengubah sampah menjadi energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan menekan emisi karbon.

 

Cara Kerja Teknologi RDF di Sukabumi

PT Semen Jawa yang merupakan bagian dari SCG meresmikan Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Sukabumi. (Dok SCG)   

Lebih lanjut, Presiden Direktur PT Semen Jawa, Peramas Wajananawat, menjelaskan bahwa proyek ini sejalan dengan prinsip ESG 4 Plus yang dianut perusahaan, dengan fokus pada target nol bersih emisi dan perwujudan industri hijau.

"Pengalaman SCG selama lebih dari 10 tahun dalam mengimplementasikan teknologi RDF di Thailand diharapkan mampu membawa manfaat signifikan, baik dalam konteks ekonomi maupun lingkungan yang berkelanjutan,” tegas Peramas.

Fasilitas RDF ini berfungsi mengubah Municipal Solid Waste (MSW) atau sampah kota menjadi sumber energi terbarukan. Sampah yang masuk akan melalui proses pemisahan dan pemotongan sebelum digunakan sebagai bahan bakar di pembakaran kiln Semen SCG. Dengan metode co-processing, sampah dapat diolah hingga tidak tersisa, menjadikan proses ini sangat efisien.

Fasilitas yang beroperasi di Sukabumi ini dirancang untuk mengelola sampah dari 27 kecamatan, dengan kapasitas harian mencapai 200 ton. Angka ini jauh melampaui kapasitas maksimal TPA sebelumnya, yang menunjukkan betapa krusialnya solusi ini.

Selain mengelola sampah baru, fasilitas ini juga akan memproses 130 ton sampah yang sudah terakumulasi di TPSA Cimenteng, mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai.

 

Tak Perlu Bangun TPA Baru

PT Semen Jawa yang merupakan bagian dari SCG meresmikan Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Sukabumi. (Dok SCG) 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, M.Si., menekankan bahwa pengelolaan lingkungan adalah kunci kemajuan bangsa.

"Salah satu yang harus kita persiapkan apabila kita ingin menjadi negara maju adalah pengelolaan lingkungan hidup, dan di dalamnya pengolahan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sukabumi Asep Japar menyambut baik kehadiran teknologi ini.

"Kami yakin teknologi hijau RDF ini dapat menjadi solusi tepat dalam mengatasi permasalahan sampah. Setelah operasi pemanfaatan sampah menjadi RDF telah mulai, pemerintah tidak memerlukan pembangunan TPA baru dan timbulan sampah di Sukabumi dapat berkurang,” tutup Asep.

Infografis Journal_ Fakta Tingginya Sampah Sisa Makanan di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya