Apple Dipastikan Tetap Investasi di RI Meski Syarat TKDN Dihapus

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa penghapusan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tidak mempengaruhi komitmen investasi Apple di Indonesia.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 31 Juli 2025, 16:30 WIB
iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max Resmi Hadir dengan Chip A18 Pro. (Doc: Apple)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa penghapusan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tidak mempengaruhi komitmen investasi Apple di Indonesia.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Apple masih berjalan sesuai rencana.

“Sejauh ini, MoU kami dengan Apple masih berjalan sesuai dengan track,” kata Febri saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Menurut Febri, produk Apple tidak dikategorikan sebagai produk Amerika Serikat, meskipun berasal dari perusahaan AS. Hal ini karena proses produksinya dilakukan di luar negeri.

“Harus diingat bahwa Apple adalah perusahaan Amerika yang berproduksi di luar Amerika. Dan dengan demikian, maka produknya bukanlah produk Amerika,” ujarnya.

Meski ada dinamika hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk soal pengenaan tarif resiprokal, Kemenperin menilai itu belum berdampak terhadap pelaksanaan MoU.

Ia pun memastikan, komitmen Apple terhadap kerja sama investasi tetap solid.

“Tidak ada (pengaruh soal perjanjian tarif AS dan RI) paling kami cuma memantau aja pelaksanaan MOU itu. (Dipastikan MoU nya tetap berjalan) insya Allah,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Industri AirTag di Batam

Logo pada Kantor Apple. (Unsplash/Trac Vu)

Dalam kerja sama yang telah disepakati, Apple berencana mengembangkan berbagai lini investasinya di Indonesia. Salah satu yang utama adalah pembangunan fasilitas industri untuk memproduksi perangkat seperti AirTag di Batam. 

Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi Apple untuk memperluas jejak manufakturnya di Asia Tenggara. Selain itu, Apple juga akan memperluas keberadaan Apple Academy di Indonesia. 

Program ini sebelumnya telah hadir di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Batam, dan bertujuan untuk mencetak talenta digital muda Indonesia yang kompeten di bidang pengembangan aplikasi dan teknologi.

“Ya MOU-nya investasi Apple, mereka membuat industri Airtag di Batam,dan kemudian mereka akan memperbanyak Apple Academy. Dan kemudian mereka akan membangun research center di Indonesia,” ujarnya.

 

Apple Akan Bangun Pusat Riset di Indonesia

Sejumlah iPhone model lawas dipastikan tidak lagi mendapatkan update iOS 17 yang baru saja diperkenalkan oleh Apple di WWDC 2023. (Dok: Apple)

Kemudian kata Febri, ada rencana Apple untuk membangun pusat riset (research center) di Indonesia. Febri menyebutkan bahwa fasilitas ini akan menjadi pusat riset kedua Apple di luar Amerika Serikat, setelah Singapura. 

Keberadaan research center tersebut diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi dan riset di Indonesia.

“Dan research center di Indonesia adalah research center kedua di luar Amerika Singapura,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya