IHSG Hari Ini 23 Juli 2025 Ditutup Melompat 1,7%, Saham DCII Meroket

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tembus level 7.400 pada perdagangan Rabu (23/7/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 23 Juli 2025, 20:33 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak hingga sentuh rekor tertinggi sepanjang 2025 pada perdagangan Rabu (23/7/2025). Kenaikan IHSG didorong mayoritas sektor saham yang menghijau dan sektor saham teknologi pimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 1,7% ke posisi 7.469,23. Indeks LQ45 bertambah 1,06% ke posisi 790,44. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.469,23 dan terendah 7.354,99. Sebanyak 366 saham melonjak sehingga angkat IHSG. 228 saham melemah dan 203 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup aktif pada perdagangan Rabu pekan ini. Total frekuensi perdagangan 1.635.480 kali dengan volume perdagangan 29,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.283.

Seluruh sektor saham menghijau yang didorong sektor saham teknologi. Sektor saham teknologi naik 7,93%. Sektor saham energi menguat 0,81%, sektor saham basic menanjakk 2,05%, sektor saham industri naik 2,91%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,72%, sektor saham consumer siklikal naik 1,09%. Lalu sektor saham kesehatan menanjak 0,08%, sektor saham keuangan bertambah 0,53%, sektor saham properti naik 2,39%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur menguat 0,07% dan sektor saham transportasi mendaki 0,79%.

Saham DCII meroket 19,99% ke posisi Rp 346.725 per saham. Harga saham DCII dibuka stagnan di posisi Rp 288.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 553 kali dengan volume perdagangan 680 saham. Nilai transaksi Rp 22,3 miliar.

Saham GOTO melonjak 3,45% ke posisi Rp 60 per saham. Harga saham GOTO dibuka stagnan di posisi Rp 58 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 60 dan terendah Rp 58 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.424 kali dengan volume perdagangan saham 37.597.428 saham. Nilai transaksi Rp 222,8 miliar.

Harga saham BELI turun 1,55% ke posisi Rp 382 per saham. Harga saham BELI dibuka stagnan di posisi Rp 388 per saham. Harga saham BELI berada di level tertinggi Rp 388 dan terendah Rp 380 per saham. Total frekuensi perdagangan 120 kali dengan volume perdagangan 8.981 saham. Nilai transaksi Rp 343,3 juta.

Top Gainers-Losers

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

  • Saham KOKA melonjak 34,78%
  • Saham AMAR melonjak 34,13%
  • Saham IMJS melonjak 34,04%
  • Saham IMAS melonjak 25%
  • Saham ARGO melonjak 25%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MERI merosot 14,63%
  • Saham TAXI merosot 14,29%
  • Saham PAMG merosot 12,50%
  • Saham DADA merosot 12,50%
  • Saham SDMU merosot 10%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham WIFI senilai Rp 761,1 miliar
  • Saham PANI senilai Rp 717 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 598,6 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 582,4 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 538,6 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham PAMG tercatat 86.465 kali
  • Saham ADMR tercatat 47.550 kali
  • Saham WIFI tercatat 42.789 kali
  • Saham ANTM tercatat 38.275 kali
  • Saham WIRG tercatat 38.253 kali

Sentimen IHSG

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham global dan bursa Asia.

Di mana terdapat kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan Jepang dan Amerika Serikat dengan Indonesia. “Di sisi lain, investor juga diperkirakan menanti akan FOMC meeting yang akan diadakan pada akhir Juli nanti yang diperkirakan secara konsensus akan tetap di 4,5%,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, dalam kajian tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, penguatan indeks bursa kawasan Asia setelah tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan Jepang, menjadi salah satu faktor positif yang mendorong rebound indeks.

Kesepakatan antara Jepang dan AS mencakup tarif sebesar 15 persen atas barang impor dari Jepang dengan tarif untuk sektor otomotif akan diturunkan dari 25 persen menjadi 15 persen. Selain itu, Jepang akan melakukan investasi senilai 550 miliar dolar AS di AS.

Wakil Gubernur Bank of Japan (BOJ) Shinichi Uchida mengatakan kesepakatan dagang kedua negara telah mengurangi ketidakpastian seputar ekonomi Jepang, sebuah sinyal optimis bahwa kondisi untuk melanjutkan kenaikan suku bunga mulai terbentuk.

 

Sentimen Lainnya

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Para analis mencatat kesepakatan dagang mengurangi risiko terhadap ekonomi Jepang yang rapuh, dan memberikan lebih banyak ruang bagi BOJ untuk menaikkan suku bunga demi melawan inflasi.

Para pejabat tinggi BOJ telah berulang kali mengatakan mereka perlu merasa lebih yakin inflasi akan secara berkelanjutan mencapai target 2 persen sebelum menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Setelah mencapai kesepakatan dengan Jepang, AS akan melakukan negosiasi lanjutan dengan Uni Eropa.

De-eskalasi perang dagang menjadi faktor positif, seiring berkurangnya kecemasan terhadap meningkatnya laju inflasi di AS, serta harapan akan penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada 2025.

Selain itu, pelaku pasar menantikan pertemuan European Central Bank (ECB) pada Kamis, 24 Juli 2025 yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 2,15 persen di tengah potensi inflasi yang dapat meningkat serta kondisi ketidakpastian akibat tarif impor AS.

Dari Jerman, pada Kamis, 24 Juli 2025 pelaku pasar akan mencermati HCOB Manufacturing Flash Juli 2025 yang diperkirakan sedikit naik pada level 49,4 dari sebelumnya 49 di Juni 2025, meskipun masih di area kontraksi.

Dari Inggris, pada Kamis, 24 Juli 2025 akan dirilis indeks S&P Global Manufacturing PMI Flash Juli 2025 yang diperkirakan sedikit naik di level 48 dari 47, 7 di Juni 2025.

Dari AS, akan dirilis indeks S&P Global Manufacturing PMI Flash  Juli 2025 yang diperkirakan sedikit turun menjadi 52,5 dari 52,9 pada 2025.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya