Krakatau Steel Ekspor 10 Ribu Ton Baja ke Amerika Serikat

Sebanyak 10.000 ton baja lapis hasil produksi kolaborasi industri baja Indonesia resmi diekspor ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

oleh Septian DenyDiterbitkan 22 Juli 2025, 22:00 WIB
Ilustrasi baja. Foto: Dok. Krakatau Steel

Liputan6.com, Jakarta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), kembali menunjukkan kemampuannya dalam menguasai pasar internasional. Sebanyak 10.000 ton baja lapis hasil produksi kolaborasi industri baja Indonesia resmi diekspor ke Amerika Serikat melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Produk baja lapis ini diproduksi di PT Tata Metal Lestari dengan menggunakan bahan baku baja Cold Rolled Coil (CRC) dari PT KBI.

Ekspor 10.000 Ton Baja sebagai Langkah Strategis

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan bahwa ekspor 10.000 ton baja lapis ini merupakan langkah penting dalam upaya memperluas pangsa pasar Krakatau Steel di luar negeri.

“Produk utama Krakatau Steel, baik Hot Rolled Coil maupun Cold Rolled Coil, semakin dikenal luas dan diterima di pasar internasional, yang menandakan kualitas produk kami semakin diakui di dunia,” ujar Akbar, Selasa (22/7/2025).

Ekspor ini juga diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk mendukung kebangkitan industri baja Indonesia.

 

Melanjutkan Kesuksesan Ekspor Sebelumnya

Baja Krakatau Steel

Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari ekspor sebelumnya yang dilakukan pada 25 Februari 2025, di mana PT Tata Metal Lestari berhasil mengekspor 5.000 ton produk baja lapis ke Amerika Serikat.

Akbar menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan bahwa kapasitas dan kualitas baja Indonesia semakin diakui di pasar global.

"Kami berharap acara ini bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga pemicu semangat bagi pelaku industri lainnya untuk mendorong kebangkitan industri baja Indonesia," tambahnya.

 

PTKBI sebagai Kontributor Utama dalam Sektor Manufaktur

Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Krakatau Baja Industri (PTKBI), yang merupakan anak perusahaan Krakatau Steel, memiliki peran signifikan dalam keberhasilan ekspor ini.

Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI telah menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan telah tersebar di berbagai negara, seperti Amerika, Polandia, Belgia, dan Portugal. Direktur Utama PTKBI, Arief Purnomo, menjelaskan bahwa produk yang diekspor memiliki spesifikasi SPCC-1D dan dilapisi di konsumen.

"Kerja sama PTKBI dan Tata Metal merupakan sinergi yang baik yang akan diteruskan hingga jangka panjang untuk membangun ekosistem industri baja nasional," ujar Arief.

 

Target Ekspor 2025 dan Rencana Ekspansi

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Surplus ini didapatkan dari ekspor September 2021 yang mencapai US$20,60 miliar dan impor September 2021 yang tercatat senilai US$16,23 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Arief juga menambahkan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun puncak bagi PTKBI dalam perdagangan ekspor.

"Ekspor akan terus dilakukan, dan selanjutnya kami akan menyasar wilayah Spanyol dengan kuantitas yang cukup besar," ungkapnya.

Dalam hal ini, kualitas produk dan penanganan distribusi menjadi prioritas, mengingat standar ekspor yang lebih ketat. Arief menekankan bahwa PTKBI akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi persyaratan ekspor yang diperlukan.

Industri baja, yang merupakan bagian dari sektor manufaktur, terus berperan penting dalam perekonomian dan infrastruktur Indonesia. PT Krakatau Steel berkomitmen untuk terus mendukung perdagangan manufaktur dengan produk baja berkualitas yang semakin diakui di pasar global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya