Pekerjaan Rumah Timnas Indonesia Jelang Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026: Fisik, Adaptasi, dan Strategi Jadi Kunci

Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 18 Juli 2025, 09:49 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dan dua asistennya, Alex Pastoor serta Denny Landzaat, memimpin timnya menghadapi Timnas Bahrain pada laga kedelapan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025) dini hari WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dalam undian yang digelar di Kuala Lumpur, Kamis (17/7/2025), skuad Garuda dipastikan tergabung di Grup B bersama dua kekuatan besar Asia, yakni Arab Saudi dan Irak.

Dua negara tersebut memiliki pengalaman dan tradisi panjang di level internasional, menjadikan laga-laga mendatang sebagai ujian sesungguhnya bagi Indonesia.

Pertandingan perdana akan berlangsung pada 8 Oktober 2025 melawan tuan rumah Arab Saudi, lalu disusul laga krusial kontra Irak pada 11 Oktober.

Dalam waktu yang sangat singkat, tim asuhan Patrick Kluivert harus siap secara fisik, taktik, dan mental untuk menghadapi dua lawan tangguh dalam atmosfer kompetisi yang sangat intens.

Pelatih kepala Patrick Kluivert, yang turut hadir dalam acara drawing bersama Manajer Tim Sumardji, tentu tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha.

Pengamat sepak bola nasional Gusnul Yakin mengungkapkan bahwa persiapan Timnas menghadapi babak ini akan jauh lebih kompleks.


Tanpa TC Intensif

Kapten Timnas Indonesia, Jay Noah Idzes (kiri), berdiskusi dengan pelatih Patrick Kluivert saat laga melawan China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu pemusatan latihan karena seluruh pemain saat ini sedang fokus menjalani kompetisi bersama klub masing-masing, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ini membuat Kluivert tak bisa secara langsung memantau kondisi fisik dan kebugaran para pemainnya.

“PK (Patrick Kluivert) tidak bisa menggelar TC (training camp) dalam waktu lama karena pemain fokus di klub. Tapi kebugaran fisik mereka tetap harus dijaga, karena kebutuhan fisik untuk liga berbeda dengan untuk turnamen seperti ini,” kata Gusnul.

Ia menyarankan agar Kluivert dan tim pelatih segera berkomunikasi dengan para pemain untuk menambahkan program latihan fisik mandiri di luar sesi latihan klub, guna menjaga level performa tetap optimal saat berkumpul nanti.


Masalah Cuaca

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat memimpin latihan perdana untuk persiapan laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Bali United Training Center (BUTC) Kabupaten Gianyar, Senin (26/5/2025). (Bola.com/Alit Binawan)

Tantangan lainnya datang dari perbedaan iklim yang cukup ekstrem. Mayoritas pemain diaspora Indonesia bermain di Eropa dengan suhu relatif sejuk, sementara Arab Saudi di bulan Oktober masih menghadirkan cuaca panas yang menyengat.

Faktor ini bisa sangat mempengaruhi performa di lapangan, terutama jika tidak disiapkan dengan matang.

“Pemain yang terbiasa main di Eropa pasti akan kaget menghadapi panasnya Arab Saudi. Jadi adaptasi suhu juga jadi PR penting buat tim pelatih,” tambah Gusnul.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya